Breaking News:

Sponsored Content

Kunker ke Jembrana, TP PKK Provinsi Bali Serahkan Bingkisan Bagi Ibu Hamil dan Keluarga Stunting

Dalam knjungannya itu, ketua TP. PKK Propinsi Bali, Ny Putri Koster mengatakan, kunjungan ini berkaitan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kunker ke Jembrana, TP. PKK Prov. Bali, Serahkan Bingkisan Bagi Bumil dan Keluarga Stunting 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Propinsi Bali, Ny. Putri Koster, Minggu (21/3/2021) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jembrana dipusatkan di wantilan pura Jagat Natha, Jembrana.

Kedatangan istri Gubernur Bali beserta rombongan diterima oleh ketua TP. PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Candra Tamba beserta Bupati Jembrana, I Nngah Tamba, Pj. Sekda, I Nengah Ledang.

Dalam knjungannya itu, ketua TP. PKK Propinsi Bali, Ny Putri Koster mengatakan, kunjungan ini berkaitan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49.

Untuk Kabupaten Jembrana pihaknya megaku mendapat kunjungan yang terakhir.

Baca juga: Terkait Polemik BBM Bersubsidi untuk Nelayan, HSNI Jembrana: Sejak 2017 SIUP & SIPI Banyak yang Mati

“Kehadiran kami bersama segenap jajaran dari dinas terkait di Provinsi Bali selain untuk men-support TP. PKK yang ada di setiap kabupaten dan kota di Bali dalam memperingati Hari Kesauan Gerak PKK ke 49, juga kami memberikan bantuan bagi warga masyarakat khususnya kepada keluarga gizi buruk dan ibu hamil berupa paket makanan sehat serta bantuan sembako berupa beras masing-masing seberat 25 kg yang diperuntukkan kepada 20 kk,” ujarnya

Kata Ny. Putri Koster, dalam 10 program pokok PKK, salah satunya yang menjadi perhatian serius adalah masalah keluarga penderita stunting.

“Prioritas dari  10 program pokok PKK yang patut diapresiasi adalah masalah stanting ini. Stunting, bukan berarti mereka sejak lahir kekurangan gizi melankan, stunting bermula sejak ibunya hamil.

Untuk itu, kepada ibu-ibu yang yang akan melahirkan, agar tetap memperhatikan faktor-faktor kesehatan mulai dari pra nikah, saat hamil termasuk setelah melahirkan.

 Ini sangat penting, mengingat bayi yang dilahirkan itu merupakan calon-calon masa depan bangsa yang sangat diharapkan,”ujarnya.

Ny. Putri Koster juga mengaku, ibu yang tidak sehat saat masa hamilnya,  sangat berpotensi  melahirkan anak yang tidak sehat juga

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved