Berita Bali

Mengupas Fenomena Diksa Massal dan Mengenal 3 Guru Nabe dalam Diksa Sulinggih di Bali

Mengupas Fenomena Diksa Massal dan Mengenal 3 Guru Nabe dalam Diksa Sulinggih di Bali

Dok
Ilustrasi - Sejumlah warga asal Jepang dengan kusyuk mengikuti proses madiksa untuk menjadi sulinggih di Griya Agung Bangkasa, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung, Senin (14/1/2019) malam. 

Namun, secara pribadi ia pun tidak setuju dengan fenomena diksa massal.

“Tetapi sekarang ini kan kadang-kadang berbagai macam cara dilakukan, ada sulinggih yang madiksa massal ada yang memang action senang menjadi sulinggih karena seolah-olah sudah ditunjuk dan disegani oleh orang serta sebagainya,” ujarnya.

Baca juga: Sulinggih jika Tersandung Kasus Hukum Haruskah Ngelukar Gelung?

“Madiksa massal ini kan tidak bisa, nanti nabenya bagaimana mengurus itu. Sebab madiksa itu satu calon diksa paling tidak harus ada dua nabe minimal per satu calon sulinggih,” imbuhnya.

Dia menambahkan, nabe juga mempunyai tugas untuk menguji dan mengawasi orang yang di-diksa.

Termasuk memastikan apakah orang yang didiksa tersebut sudah pantas menyandang gelar kesulinggihan atau belu,.

“Apabila massal kan susah bertanggungjawabnya,” tegasnya. 

Dia menegaskan, MDA Bali tidak bisa ikut campur terkait fenomena tersebut.

Sebab tugas MDA Bali adalah melaksanakan adat, untuk menunjang atau nyanggara pelaksanaan agama di Bali.

Namun demikian, ia berharap kasus demikian tidak terjadi lagi ke depannya. 

“(MDA) Tidak ada kewenangan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan agama,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved