Breaking News:

Tips Sehat untuk Anda

Kenali Gejala Awal Penyakit HIV pada Wanita, Ini yang Harus Diwaspadai

Kenali gejala awal HIV pada wanita. Ini yang harus diwaspadai setiap wanita, simak penjelasan selengkapnya

Tribun Manado
Ilustrasi. Kenali gejala awal HIV pada wanita. Ini yang harus diwaspadai setiap wanita, simak penjelasan selengkapnya. 

4. Alami infeksi oportunistik

HIV mempersulit sistem kekebalan untuk melawan kuman, sehingga infeksi oportunistik (IO) lebih mudah terjadi.

Beberapa di antaranya termasuk:

  • Pneumonia
  • Tuberkulosis
  • Kandidiasis oral atau vagina

Infeksi jamur (sejenis kandidiasis) dan infeksi bakteri mungkin lebih umum pada wanita HIV-positif ketimbang pada pria HIV-positif, serta lebih sulit untuk diobati.

Secara umum, orang dengan HIV juga lebih rentan terhadap infeksi pada area tubuh berikut:

  • Kulit
  • Mata
  • Paru-paru
  • Ginjal
  • Saluran pencernaan
  • Otak

HIV juga dapat mempersulit pengobatan penyakit umum seperti flu.

Namun, mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dan mencapai penekanan virus akan secara dramatis mengurangi risiko seseorang terkena infeksi oportunistik.

Tindakan penanganan lainnya, termasuk sering mencuci tangan untuk membantu mencegah beberapa penyakit ini dan komplikasinya.

5. Demam dan keringat malam

Orang dengan HIV mungkin mengalami demam ringan dalam waktu lama.

Suhu tubuh antara 37,7 derajat Celcius dan 38,2 derajat Celcius dianggap sebagai demam ringan.

Tubuh mengalami demam jika ada yang tidak beres.

Tetapi penyebabnya memang tidak selalu jelas.

Karena ini demam ringan, orang-orang yang tidak menyadari status HIV-positifnya sangat mungkin mengabaikan gejalanya.

Terkadang, keringat malam yang mengganggu tidur bisa menyertai demam.

6. Perubahan pada siklus menstruasi

Wanita dengan HIV dapat mengalami perubahan pada siklus menstruasinya.

Di mana, menstruasi mereka mungkin lebih ringan atau lebih berat dari biasanya, atau mungkin tidak ada menstruasi sama sekali.

Wanita HIV-positif juga dilaporkan bisa mengalami gejala pramenstruasi yang lebih parah.

Baca juga: Ini Dampak Sodomi Bagi Tubuh Seseorang, Bisa HIV Hingga Kanker Anus

7. Meningkatan gejala infeksi menular seksual (IMS) lainnya

Bagi orang yang sudah menderita IMS atau penyakit menular seksual (PMS) lain, HIV dapat memperburuk gejala.

Misalnya, human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kutil kelamin, cenderung lebih aktif pada orang yang mengidap HIV.

HIV juga dapat menyebabkan perjangkitan yang lebih sering dan lebih intens pada orang dengan herpes genital.

Tubuh pengidap HIV mungkin juga tidak merespons pengobatan herpes dengan baik.

8. Penyakit radang panggul

Pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada rahim, saluran tuba, dan ovarium.

PID pada perempuan HIV-positif mungkin lebih sulit diobati.

Selain itu, gejala dapat berlangsung lebih lama dari biasanya atau kembali lebih sering.

9. Gejala lanjut HIV dan AIDS

Saat HIV berkembang, gejalanya bisa meliputi:

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Batuk kronis
  • Kesulitan menelan

Pada tahap selanjutnya, HIV dapat menyebabkan:

  • Kehilangan ingatan jangka pendek
  • Kebingungan mental
  • Koma

Tahapan HIV yang paling lanjut adalah acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Pada tahap ini, sistem kekebalan sangat lemah, dan infeksi menjadi semakin sulit untuk dilawan.

Seseorang didiagnosis AIDS ketika jumlah CD4-nya turun di bawah 200 sel per milimeter kubik darah (mm³).

Pada titik ini, risiko kanker tertentu meningkat.

Apa yang disebut sebagai "kanker terdefinisi AIDS" ini termasuk sarkoma Kaposi, limfoma non-Hodgkin, dan kanker serviks (yang khusus untuk wanita).

Cara Mengurangi Risiko HIV

HIV pada dasarnya ditularkan melalui cairan tubuh.

Ini dapat terjadi melalui berbagi jarum selama penggunaan narkoba atau melalui hubungan seksual.

Melansir Medical News Today, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko HIV:

  1. Tidak berbagi jarum suntik saat menggunakan obat suntik
  2. Mengambil program pre-exposure prophylaxis (PrEP), yakni salah satu intervensi biomedis yang dilakukan untuk pencegahan infeksi HIV
  3. Tidak melakukan douching (menyemprot vagina) setelah berhubungan seks karena dapat mengubah keseimbangan alami bakteri dan jamur di vagina, memperburuk infeksi yang sudah ada atau meningkatkan risiko tertular HIV dan PMS
  4. Menggunakan kondom jika tidak dalam hubungan monogami

Wanita tanpa HIV yang memiliki pasangan HIV-positif dilaporkan tidak berisiko tertular virus jika pasangannya menggunakan obat HIV setiap hari dan mencapai penekanan virus, meskipun penggunaan kondom secara terus-menerus disarankan.

(Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 9 Gejala HIV pada Wanita yang Baik Diwaspadai

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved