Breaking News:

Kesehatan

Sakit Perut hingga Ketegangan Otot, Berikut Gejala Yang Timbul Akibat Kecemasan Sosial

Kecemasan sosial adalah kondisi ketika seseorang merasa cemas dan takut ketika harus bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.com - Jika Anda merasa selalu khawatir, gelisah, sakit fisik, bahkan takut saat berhadapan dan berbincang dengan lawan bicara Anda, barangkali Anda sedang mengalami gangguan kecemasan sosial (social anxiety).

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Omni Hospital Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ FACLP.

Andri menjelaskan gangguan kecemasan sosial atau social anxiety juga disebut dengan fobia sosial, dan dikenal dengan istilah demam panggung oleh masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Putri Hotman Paris Tegur Luna Maya Soal Danella Ilene: Kesehatan Mental itu Gak Lucu

"Kecemasan sosial adalah kondisi ketika seseorang merasa cemas dan takut ketika harus bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain," kata Andri dalam acara virtual talk show dari Super You bertajuk Mengatasi Kecemasan Sosial saat Pandemi Covid-19, Jumat (6/11/2020).

Dalam pemaparannya, Andri mencontohkan kondisi seseorang mengalami apa yang dinamakan demam panggung atau gangguan kecemasan sosial ini.

Salah satunya, kondisi seseorang perempuan berusia 34 tahun yang dapat menemui psikiater, karena mengalami kesulitan jika harus presentasi di depan atasan dan rapat kerjanya.

"Biasanya dia akan keluar keringat dingin, mulut tercekat dan tidak bisa keluar kata-kata.

Baca juga: Wayan Sang Oknum Sulinggih Jalani Sidang Online Awal April, Korban Jalani Terapi Agar Siap Mental

Jika pun dia bisa berkata, biasana suaranya bergetar," ceritanya.

Kondisi ini bahkan dialami perempuan tersebut sudah sejak masa remaja, dan memiliki kecenderungan untuk menghindari hal-hal seperti tampil di muka umum atau menjadi pusat perhatian.

Justru, terkadang perempuan dengan gangguan kecemasan juga menghindari orang-orang yang dianggapnya punya kedudukan lebih tinggi, termasuk anggota keluarga seperti paman atau bibinya.

Halaman
12
Editor: I Made Dwi Suputra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved