Wawancara Tokoh
Kisah di Balik Kemenangan Nyoman Nuarta Mendesain Ibukota Negara Baru : Saya Nggak Nyangka
Proses di balik terpilihnya ia sebagai pemenang sayembara, Tribun Bali mewawancarai Seniman Nyoman Nuarta. Tak menyangka,mengaku biasanya sering kalah
Penulis: Ragil Armando | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah bakal memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satu langkah untuk mempersiapkan pemindahan ke ibukota negara (IKN) baru tersebut dengan melakukan sayembara untuk mencari desain istana negara IKN.
Sayembara tersebut dimenangkan Nyoman Nuarta, seniman asal Tabanan, yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat.
Untuk mengetahui lebih jauh mengetahui proses di balik terpilihnya ia sebagai pemenang sayembara, Tribun Bali mewawancarai Seniman Nyoman Nuarta. Berikut petikannya:
Selamat kepada Pak Nyoman sudah memenangkan sayembara desain istana negara baru. Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda menyangka bakal meraih prestasi ini?
Saya sebenarnya nggak menyangka. Karena saya biasanya sering kalah. Tahun ini aja saya ada kalah empat malah, ikut airport di Batam kalah, di Jakarta kalah, di Bali kalah, terus bikin Patung Komodo itu kalah juga. Banyak kalah.
Bisa diceritakan mengenai kisah di balik menangnya Anda di sayembara tersebut?
Saya diundang Kementerian PUPR pada Kamis (27/2/2020), untuk ikut sayembara terbatas. Yang dipilih ada beberapa arsitek. Dan satu-satunya orang yang mereka sebut itu bukan saya. Lalu kita dikasih waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual. Harus membuat sekaligus 12 konsep desain, ada istana, gedung DPR, terus tempat-tempat ibadah, kemudian istana wakil presiden, pokoknya 12.

Baca juga: Desain Istana Negara Gagasan Nyoman Nuarta Tuai Kritik, Dianggap Pematung Bukan Arsitek Profesional
Setelah menemukan ide dari konsep desain, kami bersama tim, memvisualisasikan 12 konsep gagasan gedung-gedung yang disayembarakan. Secara tepat waktu, pada 5 Maret 2020, saya telah mengirimkan desain-desain gedung khusus IKN ke Kementerian PUPR di Jakarta.
Kementerian PUPR kemudian meminta kelima arsitek dan ahli untuk mempresentasikan konsep desain gedung-gedung khusus IKN pada 10 Maret 2020.
Waktu itu, ada yang diwakilkan oleh tim mereka. Kami presentasi di depan Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuljono secara bergantian.
Menurut prosedur yang diterima seluruh hasil dari visualisasi konsep gagasan desain gedung-gedung khusus IKN, akan dilaporkan Menteri PUPR kepada Presiden Joko Widodo pada 13 Maret 2020.
Apakah Anda mengerjakan semua desain itu sendiri?
Kita ngebut lah, karena kebetulan saya punya biro arsitek, karena di studio saya itu ada NuArt Sculpture Park, ada Studio Nyoman Nuarta, ada NuArt Consultant, terus Maha Cakra.
Ini barangkali anak-anak pematung ngerjain arsitek, saya ketawa aja. Padahal saya sudah mendirikan biro arsitek itu tahun 1975, saya masih sekolah saat itu.
Nggak mungkin ngerjakan sendiri, tapi basic ide dari saya. Jadi saya sudah biasa. Jadi sama seperti GWK.