Breaking News:

Berita Denpasar

Jambret Sasar Balita di Denpasar Bali, Kurnia: Saya Masih Shock

asus penjambretan di salah satu toko laundry Jalan Glogor Carik, Nomor 51, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali yang terjadi pada Minggu 4 A

Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Lokasi kasus pencurian/penjambretan di salah satu toko laundry Jalan Glogor Carik, Nomor 51, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali pada Senin 5 April 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus penjambretan di salah satu toko laundry Jalan Glogor Carik, Nomor 51, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali yang terjadi pada Minggu 4 April 2021.

Dikatakan Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro kepada Tribun Bali kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Ya, kasusnya masih dilakukan penyelidikan," ujarnya dikonfirmasi terpisah, Senin 5 April 2021 siang.

Lebih lanjut dalam keterangannya sumber Tribun Bali, petugas kepolisian yang menerima laporan tersebut sudah melakukan olah TKP.

Sebelumnya, kasus penjambretan tersebut menyita perhatian publik usai diwartakan Tribun Bali pada Minggu kemarin, 4 April 2021.

Pelaku Jambret di Tujuh Lokasi di Denpasar Diringkus Ditreskrimum Polda Bali,1 Diantaranya Residivis

Ini Pelaku Jambret di Denpasar Bali, Beraksi di Tujuh TKP dan Sempat Viral di Medsos

Dalam kasus tersebut, seorang anak dibawah umur yang masih balita menjadi korban sasaran penjambret saat tengah asyik bermain handphone.

Ibu korban yang diketahui bernama Sumilir Kurnia Rahayu (32) yang bekerja di toko laundry tersebut mendapati anaknya berteriak ketakutan.

"Kejadiannya sekitar pukul 08.45 wita, pas saya sedang bekerja shift pagi bersama anak. Saat ditinggal cuci tangan ke kamar mandi sebentar, anak tiba-tiba berteriak ketakutan," ujar Kurnia, Senin 5 April 2021.

"Pas ditanya, handphone sudah dibawa sama orang ke arah sana ke arah Jalan Pulau Galang," tambahnya.

Beruntung, korban tidak kenapa-kenapa dan hanya shock melihat anaknya nangis ketakutan.

"Untungnya anak tidak diculik. Saya tidak kenapa-kenapa, ya hanya hapenya yang dibawa," tutup Kurnia. 

Usai kejadian tersebut, Kurnia Rahayu selanjutnya menuju Polsek Denpasar Selatan untuk membuat laporan kasus pencurian tersebut dengan nomor Dumas/211/IV/2021/Bali/Resta Dps/Polsek Densel.

Dalam hal ini, ia mengalami kehilangan satu handphone Redmi Note 8 Pro dan mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp 3.099.000.

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved