Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: Masa Penahanan 8 Tersangka Kasus Dugaan Mark-up Dana Explore Buleleng Diperpanjang

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Buleleng memperpanjang masa penahanan delapan tersangka kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bintek CHSE

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Buleleng memperpanjang masa penahanan delapan tersangka kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bintek CHSE selama 30 hari kedepan.

Perpanjangan ini dilakukan mengingat Jaksa Penuntut Umum (JPU) hingga saat ini masih melakukan penelitian secara formil maupun materiil terkait berkas perkara yang sudah dilimpahkan oleh tim penyidik. Sementara masa penahanan para tersangka akan habis mulai minggu depan.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara ditemui Senin 5 April 2021 mengatakan, waktu yang diberikan untuk JPU melakukan penelitian terhadap berkas perkara yakni selama dua minggu, atau hingga Selasa 14 April 2021.

Namun mengingat hingga saat ini penelitian masih dilakukan dan belum ada petunjuk yang diberikan oleh JPU, maka penyidik memiliki inisiatif untuk memperpanjang masa penahanan delapan tersangka, selama 30 hari kedepan.

Baca juga: Penyidik Targetkan Kasus Dugaan Mark-up Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Bulan April Ini

"Masa penahanan tujuh tersangka kan ada yang sudah habis tanggal 17 April ini, sementara satu tersangka habis pada 27 April.

Jadi untuk jaga-jaga ke depan ternyata ada petunjuk dari JPU untuk melengkapi lagi berkas perkaranya, penyidik mulai besok (Selasa,red) akan melakukan permohonan perpanjangan penahanan ke Pengadilan Negeri Buleleng selama 30 hari kedepan, agar para tersangka tidak bebas demi hukum," jelasnya.

Selain itu, Jayalantara menyebut tafsiran jumlah kerugian uang negara dari kasus ini kembali mengalami perubahan, dari yang sebelumnya Rp 789 juta lebih, menjadi Rp 738 juta lebih.

Perubahan ini terjadi setelah pihaknya menghitung kembali beberapa pengadaan barang saat kegiatan Explore Buleleng.

Dari jumlah kerugian uang negara itu, yang sudah berhasil disita oleh penyidik sebesar Rp 616 juta lebih.

"Jadi dalam Explore Buleleng itu peserta kan dapat tas. Tas itu sebenarnya dibeli oleh salah satu tersangka lewat toko online, namun di kwitansi menggunakan toko lain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved