Breaking News:

Berita Buleleng

Penyidik Targetkan Kasus Dugaan Mark-up Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Bulan April Ini

Kasus  dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE yang dilakukan oleh delapan pejabat di Dispar Buleleng, ditargetkan akan segera dilimpahkan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
DITAHAN - Jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng menunjukkan tujuh pejabat Dispar Buleleng saat hendak dilakukan penahanan, di kantor Kejari Buleleng, Rabu 17 Februari 2021. Ketujuh pejabat tersebut, dan satu pejabat lainnya yang sedang sakit, sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan mark-up dana hibah pariwisata. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Kasus  dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE yang dilakukan oleh delapan pejabat di Dispar Buleleng, ditargetkan akan segera dilimpahkan ke pengadilan bulan April 2021.

Ini mengingat  masa penahanan delapan tersangka akan habis pada 27 April 2021 mendatang.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara dikonfirmasi Rabu 31 Maret 2021 mengatakan, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng saat ini telah merampungkan berkas perkara kasus dugaan mark-up tersebut.

Berkasnya bahkan sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng pada Selasa kemarin, untuk diteliti.

Baca juga: UPDATE: Penyidik Serahkan Berkas Perkara Dugaan Mark-up Dana Hibah Pariwisata ke JPU Kejari Buleleng

“Saat ini JPU masih membaca berkas perkaranya, kan cukup tebal sampai seribu halaman lebih.

Jadi kemungkinan minggu depan baru ada jawaban dari JPU apakah berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau belum,” katanya.

Jika JPU merasa berkas perkara yang dibuat oleh tim penyidik sudah lengkap, maka kasus bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan.

 Jika belum, penyidik pun harus melengkapi kekurangannya terlebih dahulu.

 “Mudah-mudahan sebelum tanggal 27 April kasus sudah dilimpahkan ke pengadilan. Tapi kalau berkas perkara belum lengkap sampai tanggal 27 penyidik harus memohon perpanjangan penahanan lagi ke pengadilan selama 30 hari.

Mudah-mudahan sih tidak sampai memperpanjang masa penahanannya.” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved