Berita Denpasar

Serapan KUR untuk Petani dan Peternak Kecil di Denpasar Bali Masih Rendah

data terakhir dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, sejak Januari hingga Februari 2021 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 261 M.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan data terakhir dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, sejak Januari hingga Februari 2021 penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR) sebesar Rp 261 miliar.

Walaupun demikian, masih terjadi permasalahan dalam penyaluran KUR ini.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan ada beberapa permasalahan yang terjadi dalam penyaluran KUR di Denpasar.

Salah satunya masih kurangnya informasi tentang KUR khususnya bagi usaha mikro.

“Sehingga walaupun bunga KUR karena pandemi Covid-19 ini diturunkan, namun sampai saat ini belum banyak dinikmati oleh pelaku UMKM,” kata Erwin, Rabu 7 April 2021.

CARA Mendapatkan BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Cek Penerima di eform.bri.co.id

Pemkab Badung Buka Pendaftaran Banpres BPUM, Pelaku UMKM Berpotensi Dapat BLT Rp 1,2 Juta

Untuk itu, tahun ini pihaknya mengaku akan melakukan sosialisasi lebih masif agar manfaat  KUR bisa dirasakan oleh pelaku UMKM.

Selain itu, pihaknya juga memiliki Tim Monev untuk mengetahui sejauh mana sudah dapat merealisasikan Kredit Usaha Rakyat ( KUR) ini di masing-masing penyalur dan termasuk juga di masing-masing OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

“Kami menginginkan jatah KUR ini bisa diserap, khususnya untuk usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Kota Denpasar dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dalam evaluasi selama ini justru yang mendominasi mengakses KUR adalah jenis usaha perdagangan dan jasa belum banyak diberikan kepada usaha mikro seperti pedagang-pedagang kecil, petani dan peternak kecil.  Kami inginkan bagaimana agar mereka diprioritaskan untuk mendapatkan KUR,” kata Erwin.

Pihaknya juga minta kepada OPD yang memiliki binaan UKM di usaha pertanian, perkebunan maupun yang lainnya agar lebih menggalakkan dan menginformasikan kepada mereka untuk mendapatkan akses-akses KUR ini.

Hal ini dikarenakan sebagian besar mereka kurang paham dan mengerti terhadap program KUR dengan bunga sebesar 6% ini.

“Untuk selanjutnya kami juga akan turun langsung kelapangan bersama Tim Monev untuk memantau permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan. Maka dari itu untuk masing-masing penyalur kami harap dapat menyetorkan data nasabah yang macet dan nasabah yang lancar, sehingga kami dapat lebih mudah memberikan solusi maupun sosialisasi kepada nasabah tersebut,” imbuhnya.

Erwin menambahkan, untuk penyaluran KUR tahun 2020 di Denpasar sebesar Rp 1.467 miliar.

Sementara tahun sebelumnya yakni tahun 2019 sebesar Rp 1.043 miliar.

Selain itu, untuk jumlah UMKM di Kota Denpasar sebanyak 32.226 dengan rincian usaha mikro sebanyak 30.737, usaha kecil sebanyak 1.188 dan usaha menengah 32.226. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved