Bisnis

Berkah di Tengah Pandemi Covid-19, Warung Ayam Geprek Raro Kadek Roy Kini Beromzet Rp 4 Juta Sehari

dikarenakan menjadi salah satu pekerja pariwisata yang dirumahkan, Kadek Roy mulai membuka usaha ayam geprek dengan rekan-rekannya.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kedai Ayam Geprek Raro yang beralamat di Jalan Nangka Utara yang selalu ramai pengunjung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di tengah pandemi Covid-19 ini tentunya banyak orang yang mulai memutar otak untuk tetap dapat menyambung hidupnya.

Dan dampak dari Pandemi Covid-19 ini memang sangat luar biasa berpengaruh. Tak terkecuali pada sektor perekonomian.

Namun dibalik merebaknya pandemi Covid-19, ternyata ada keberkahan dibalik itu.

Berkah tersebut dirasakan oleh Kadek Roy Sumarsana selaku pemilik kedai ayam geprek Rp 10 ribuan.

Baca juga: Tips Bikin Sambal Ayam Geprek Seenak Geprek Bensu, Gunakan Kombinasi 7 : 1

Memang ketika pandemi menyerang sangat banyak para pekerja yang dirumahkan dan di-PHK karena beberapa perusahaan yang sudah tidak mampu lagi untuk membayar para tenaga kerja.

Dan dikarenakan menjadi salah satu pekerja pariwisata yang dirumahkan, Kadek Roy mulai membuka usaha ayam geprek dengan rekan-rekannya.

"Sebelumnya kita bekerja di sektor pariwisata pada salah satu Hotel yang ada di Bali.

Namun karena Covid-19 banyak yang dirumahkan, saya dan teman sempat berpikir untuk membuka usaha apa agar tetap berjalan. Dan akhirnya terinspirasi untuk membuka kedai ayam geprek," katanya pada, Kamis 8 April 2021.

Kadek bercerita bahwa sebelumnya, ia dan teman-temannya sudah banyak sekali memikirkan ide-ide apakah yang akan ia jual dan produksi.

Dari sanalah tercetus ide untuk membuka kedai ayam geprek dengan harga Rp 10 ribu per porsinya. Agar berbeda daripada ayam geprek yang lainnya ia rela untuk membanting harga dan memperoleh keuntungan yang cenderung lebih sedikit.

Hal tersebut dilakukannya dengan harapan masyarakat dapat tertarik dengan ayam geprek buatannya.

"Nggak papa untung dikit yang penting kan tetap berjalan usahanya, maka dari itu kita pasang harga satu porsi ayam geprek hanya Rp 10 ribu. Memang pada awalnya geprek dengan nasi lalu berharga 10 ribu itu jarang ditemukan," tambah pria berumur 25 Tahun ini.

Sementara itu, geprek buatannya yang seharga Rp 10 ribu juga menginspirasi beberapa orang lainnya untuk membuka usaha kuliner geprek dengan harga yang sama.

Selain ayam geprek ia juga menjual ceker pedas manis, kulit kriuk dan olahan ayam lainnya.

Baca juga: 5 Ide Olahan Ayam Khas Nusantara Untuk Menu Buka Puasa Ramadhan, Ayam Taliwang Hingga Ayam Woku

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved