Demonstran Myanmar Dilempar Granat, 80 Orang Dilaporkan Tewas, Mayatnya Ditumpuk di Kompleks Pagoda

Pasukan keamanan Myanmar menembakkan granat senapan ke pengunjuk rasa di kawasan dekat kota Yangon pada hari Jumat 9 April 2021. 

AFP/YE AUNG THU
Polisi Myanmar menindak demonstran yang menentang kudeta militer di Yangon pada 27 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, YANGOON - Myanmar kembali memanas, aksi demonstrasi terjadi lagi dan memakan banyak korban dari masyarakat sipil. 

Hal ini karena pasukan keamanan Myanmar menembakkan granat senapan ke pengunjuk rasa di kawasan dekat kota Yangon pada hari Jumat 9 April 2021. 

Dari tragedi tersebut lebih dari 80 orang menurut Association for Political Prisoners (AAP) dalam artikel yang dimuat Reuters, Minggu 11 April 2021. 

Namun demikian rincian korban tewas di kota yang bernama Bago tersebut belum tersedia.

Ini dikarenakan pasukan keamanan menumpuk mayat korban di kompleks pagoda Zeyar Muni dan menutup daerah tersebut, menurut saksi mata dan media domestik.

Menurut pemberitaan AAP dan Myanmar Now setidaknya 82 orang tewas selama protes terhadap kudeta militer yang berlangsung sejak 1 Februari 2021.

Penembakan dimulai sebelum fajar akhir pekan lalu dan berlanjut hingga sore hari.

"Ini seperti genosida, mereka menembaki setiap bayangan," menurut seorang demonstran bernama Ye Htut.

Banyak penduduk kota yang telah melarikan diri, menurut akun di media sosial.

Seorang juru bicara junta militer Myanmar tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi.

Namun, angka tersebut dibantah oleh pihak militer, yang mengatakan bahwa kudeta pada pemilihan umum November 2020 lalu yang dimenangi oleh partai Aung San Suu Kyi dianggap curang.

Komisi pemilihan pun telah menolak pernyataan tersebut.

Juru bicara Junta Mayjen Zaw Min Tun mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat 9 April 2021di ibukota Naypyitaw bahwa militer telah mencatat 248 kematian warga sipil dan 16 kematian polisi.

Pihaknya juga menyebut tidak menggunakan senjata otomatis.

Aliansi pasukan etnis di Myanmar yang menentang tindakan keras junta menyerang sebuah kantor polisi di timur pada Sabtu (10/4) menyebut sedikitnya 10 polisi tewas dalam aksi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Militer Myanmar Lepaskan Granat ke Arah Demonstran, 80 Orang Dilaporkan Tewas

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved