Breaking News:

Berita Buleleng

70 Gepeng Diamankan Satpol PP dan Dinsos Buleleng, 33 Diantaranya Masih Dibawah Umur

"Sebelum dikembalikan ke daerah asalnya, mereka kami bina terlebih dahulu agar tidak kembali mengemis di daerah Buleleng,

Istimewa
Dinsos Buleleng Saat mengamankan sejumlah gepeng, Rabu (21/4/2021) malam 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Sebanyak 70 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) diamankan petugas gabungan dari Satpol PP Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng pada Rabu 21 April 2021 malam.

Mereka selanjutnya hanya diberikan pembinaan dan dikembalikan ke daerah asalnya, yakni di Desa Munti Gunung, Desa Pedahan, dan Desa Tianyar Barat, Karangasem.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra dikonfirmasi Kamis (22/4/2021) mengatakan, 70 gepeng ini   ditemukan di beberapa titik, diantaranya di Taman Kota Singaraja, Pasar Anyar, sepanjang Jalan Ahmad Yani Singaraja, serta di seputaran Kelurahan/Kecamatan Seririt.

Kariaman menyebut, dari 70 gepeng yang diamankan itu, 33 diantaranya masih dibawah umur.

Baca juga: 300 Pejabat Eselon IV di Pemkab Buleleng Berpotensi Dialihkan Menjadi Pejabat Fungsional

Mereka selanjutnya digiring ke kantor Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan, dan dibawa pulang ke daerah asalnya.

"Sebelum dikembalikan ke daerah asalnya, mereka kami bina terlebih dahulu agar tidak kembali mengemis di daerah Buleleng," jelasnya.

Banyaknya jumlah gepeng yang berhasil terjaring razia ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng in meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng agar lebih intens melakukan koordinasi dengan Dinsos Karangasem, agar gepeng-gepeng yang sebagian besar asal Karangasem tersebut tidak kembali lagi ke wilayah Buleleng.

“Agar menimbulkan efek jera juga bagi para gepeng tersebut. Karena kalau dikembalikan saja tanpa ada skema nyata, tiga hari saja bisa kembali lagi.

Para gepeng ini jelas mengganggu kenyamanan masyarakat.

Mereka juga sudah semakin nekat.

Berani memotong laju lalu lintas. Itu kan berbahaya sekali bagi keselamatan,” ujarnya. (*)

Arikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved