Berita Tabanan
Dua Hari Masuki Zona Oranye Kini Terjadi Kerumunan di Pasar Murah Tabanan, Ini Reaksi Satgas
Sejak dua hari lalu, Kabupaten Tabanan berubah dari Zona Merah menjadi Zona Orange. Namun, di saat Tabanan sudah Zona Orange justru timbul kerumunan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam sambutannya menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan selama satu tahun ini memberikan guncangan yang cukup keras di hampir seluruh sektor perekonomian.
Di Bali, penurunan kinerja pariwisata telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat yang juga berdampak pada menurunnya serapan produk UMKM lokal.
Menurutnya, digitalisasi adalah suatu keharusan untuk pemulihan ekonomi karena sejalan dan sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi.
"Perluasan Digitalisasi dapat dicapai apabila ada sinergi yang kuat antara seluruh pihak, yaitu pemerintah, perbankan dan masyarakat, seperti yang terlihat pada kegiatan ini, implementasi digital berbasis QRIS, yaitu Pasar Murah dan E-Retribusi di empat pasar di Kabupaten Tabanan, yaitu meliputi Pasar Kediri, Pasar Candikuning, Pasar Sayur Baturiti, dan Pasar Pupuan," ucap Trisno Nugroho pada Kamis 22 April 2021.
Dirinya menyebut bahwa digitalisasi pasar yang dilakukan di Kabupaten Tabanan ini menunjukkan bahwa digitalisasi itu mudah, tidak ribet diimplementasikan termasuk untuk pedagang kecil tanpa harus berbentuk PT atau Badan Usaha.
"Selain itu, kami juga mengapresiasi sinergi dari Pemerintah Daerah Tabanan yang ditunjukkan melalui tingginya komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai Pemda ke-3 tercepat di Bali dalam pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD)," tambahnya.
Trisno Nugroho juga menjelaskan bahwa peresmian digitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan ini dilakukan karena pasar tradisional merupakan jantung kegiatan ekonomi di masyarakat yang mampu mendorong roda ekonomi menuju Bali Bangkit.
"Kami yakini upaya digitalisasi yang kita lakukan pada hari ini merupakan salah satu cara terbaik untuk terus mendorong roda ekonomi di sektor perdagangan khususnya pasar-pasar tradisional sebagai jantung kegiatan ekonomi di masyarakat. Digitalisasi selain memenuhi protokol kesehatan juga memudahkan proses transaksi dan
meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memudahkan pendataan karena data transaksi secara otomatis tercatat," kata Trisno Nugroho.
Menurutnya, di sisi lain bagi Pemerintah, digitalisasi ini berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah karena transparan dan mendukung pengambilan kebijakan karena data perkembangan harga komoditas di pasar secara lebih cepat dan tepat diperoleh.
Digitalisasi selain memenuhi protokol kesehatan juga memudahkan proses transaksi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memudahkan pendataan karena data transaksi secara otomatis tercatat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyambut baik digitalisasi yang dilakukan untuk UMKM dan seluruh pedagang pasar.
Serta berkomitmen untuk mendukung penggunaan QRIS di seluruh Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga berkesempatan mencoba langsung bertransaksi menggunakan QRIS di pasar murah dan dirinya juga mengenalkan UPK 75 kepada masyarakat dengan cara menggunakan UPK 75 untuk transaksi. (*)
Berita lainnya di Berita Tabanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pelaksanaan-pasar-murah-di-areal-gedung-i-ketut-maria-tabanan.jpg)