Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

TERKINI - Larangan Mudik Dimajukan Mulai Hari Ini 22 April 2021, Pemprov Bali Ketatkan Perbatasan

Pada aturan baru tersebut pemerintah pusat memajukan larangan mudik bagi para pelaku perjalanan mulai hari ini 22 April

Tribun Bali/ Masnurul Hidayat
Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk 2 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2021 pemerintah pusat kembali mengeluarkan baru aturan terkait larangan mudik. 

Pada aturan baru tersebut pemerintah pusat memajukan larangan mudik bagi para pelaku perjalanan terhitung mulai hari ini, Kamis 22 April 2021.

Awalnya, pemerintah melalui Satgas Covid-19 mengeluarkan  Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Pada aturan itu awalnya diatur mengenai larangan mudik bagi masyarakat luas baik menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara, yang mana aturan itu berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Periode 6-17 Mei inilah yang disebut periode peniadaan atau larangan mudik.

Cegah Penyebaran Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Tegaskan Prajuritnya Dilarang Mudik Lebaran 2021

Sandiaga Pahami Keinginan Pemprov, Larangan Mudik, Termasuk Berwisata ke Bali

Namun kemudian, Satgas Covid-19 nasional mengeluarkan butir tambahan atau addendum pada Surat Edaran tersebut. 

Dari surat terbaru yang memuat addendum itu, yang diterima Tribun Bali pada Kamis 22 April 2021, butir tambahan-nya mengatur tentang perluasan waktu pengetatan bagi pemudik atau Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Perluasan tersebut yaitu selama H-14 dari masa peniadaan mudik atau 22 April - 5 Mei 2021; dan H+7 dari masa peniadaan mudik atau 18 Mei - 24 Mei 2021. 

Aturan itu sendiri mulai berlaku hari ini. 

"Adendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," demikian bunyi adendum tersebut.

Terkait hal tersebut,Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin membenarkan adanya surat edaran tersebut.

Halaman
123
Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved