Berita Bali
Kisah Pilu Made Korban Banjir Bandang NTT, Hanya Tersisa Baju di Badan
I Made Witnyana Karnada warga Bali yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Naibonat punya kisah pilu saat banjir bandang
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - I Made Witnyana Karnada warga Bali yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Naibonat, Kabupaten Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), punya kisah pilu saat banjir bandang melanda kawasan itu.
Bencana banjir bandang yang melanda NTT, membuat semua warga yang tinggal di sekitaran wilayah tersebut sangat terdampak.
Tak terkecuali I Made Witnyana Karnada sekeluarga.
Bagaikan disambar petir di siang hari, Made tak menyangka rumahnya bisa hanyut terbawa oleh derasnya aliran banjir.
Baca juga: Kisah Kapolsek Mengwi AKP Putu Diah Kurniawandari, Pernah Amankan Keluarga Teroris
Baca juga: Mengenal Sosok Ketua TP PKK Klungkung Ny Ayu Suwirta, Kisah Cinta dan Gemetar Saat Bicara di Publik
Baca juga: Kisah Ketut Imaduddin Mendirikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Tabanan, Mengajarkan Toleransi
Kejadian yang sontak membuatnya kaget tersebut terjadi pada Minggu, tepatnya dua pekan lalu.
Pada hari itu hujan turun pada pukul 15.00 Wita, bahkan hingga keesokan paginya hujan tak kunjung reda.
"Kebetulan waktu kejadian, saya, istri dan anak-anak ada di rumah. Ketika air naik, kami semua naik ke loteng dapur. Naik ke atas loteng dapur di sana, bagian bawah rumah langsung meledak dan rumah langsung terbawa banjir, motor, pakaian, buku-buku sekolah anak semuanya," ungkapnya dengan nada yang pasrah, Kamis 22 April 2021.
Made beserta keluarganya tinggal di Kelurahan/Kecamatan Naibonat, Kabupaten Kupang Timur, NTT selama tujuh tahun lamanya.
Rumahnya pun tepat berada di pinggir jalan besar RT 004 RW 002.
Akibat bencana banjir yang menghanyutkan rumahnya, ia dan keluarganya saat ini tinggal di rumah temannya yang berada tak jauh dari rumahnya.
Bencana banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut menghanyutkan seluruh harta benda yang dimiliki oleh Made.
Bahkan yang tersisa hanya pakaian yang dikenakannya.
Bersama istri serta tiga orang anaknya saat ini mereka tidur hanya menggunakan tikar untuk alas.
Hampir dua minggu mengungsi, bantuan yang datang pun baru tiga hari didapatnya yang berupa sembako.
Sisanya, seperti pakaian, belum ia dapatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rumah-made-witnyana-korban-banjir-ntt.jpg)