Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Atasi Sepi Peminat, Dewan Bali Minta Birokrat Pemprov Bali Beri Contoh Naik Bus Trans Dewata

DPRD Bali mengkritisi langkah  Pemprov Bali yang dinilai masih kurang dalam melakukan sosialisasi penggunaan Bus Trans Metro Dewata di masyarakat.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Anggota Komisi II DPRD Bali, Anak Agung Adhi Ardana. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DPRD Bali mengkritisi langkah  Pemprov Bali yang dinilai masih kurang dalam melakukan sosialisasi penggunaan Bus Trans Metro Dewata di masyarakat.

Pasalnya, bus tersebut dinilai masih sepi penumpang, padahal bus yang merupakan proyek yang dibiayai oleh APBN itu bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Bali yang kian hari kian meningkat.

"Trans metro dewata itu adalah projek yang dibebankan atau dilaksankaan oleh pemerintah pusat dari APBN-nya untuk daerah dalam perkembangan publik transport di Bali," jelasnya Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana alias Gung Adhi, Minggu 25 April 2021.

Politisi PDIP ini juga menyebut pemerintah seharusnya membuat berbagai langkah untuk mengintegrasikan antar moda dan destinasi, salah satunya dengan transportasi online.

"Untuk itu kebijakan  yang mungkin  harus menarik. Semestinya pemerintah mensuport dari segala bidang, kembali saat ini ini namanya koordinasi harus diintensifkan," tegasnya. 

Diakui Belum Maksimal, Ini Langkah Pemprov Bali Tingkatkan Penumpang Bus Trans Metro Dewata

Kendaraan Trans Metro Dewata dan KSPN Diharapkan Bisa Terintegrasi, Membuka Peluang Baru untuk Guide

Antisipasi Kemacetan, Anggota Komisi III DPRD Bali Usulkan Jalur Khusus Bus Trans Metro Dewata

Selain itu, ia juga meminta agar koordinasi atau sosialisasi yang harus dilakukan mulai dari para kepala dinas yang ada di lingkungan Pemprov Bali.

Supaya para birokrat tersebut memberikan contoh kepada masyarakat untuk perjalanan dinas  yang melintasi rute trans dewata itu agar mereka naik transportasi tersebut. 

Terlebih jika ada keluar daerah, semestinya setiap intansi memanfaatkan Trans Metro Dewata tersebut yang menuju bandara.

"Kalau tidak ada koordinasi inilah yang terjadi, pusat ada proyek, tapi pemda gak ada anggaran untuk sosialisasi itu. Mudah- mudahan ini akan menjadikan lebih baik kedepan, support memang kurang. Apakah pemerintah pernah sosialisasi langsung?, kan gak. Apakah mensuport  langsung, atau naik langsung, kadisnya gak ada naik itu," tegasnya.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved