Breaking News:

Ngopi Santai

Dunia dan Kehidupanmu Berubah Mengikuti Hatimu

Di kalangan peminat studi kesadaran (consciousness) dan spiritualtas, nama Prof. David R. Hawkins boleh jadi tidak asing lagi.

Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
pixabay
Ilustrasi tentang Kesadaran 

"We change the world not by what we say or do, but as a consequence of what we have become" 

"Kita mengubah dunia tidak dengan apa yang kita ucapkan atau lakukan, (perubahan) merupakan konsekuensi dari kemenjadian kita"  ~David  R. Hawkins

TRIBUN-BALI.COM -Kutipan tersebut di atas berasal dari David R. Hawkins. Saya tidak tahu persis dari buku dia yang mana, karena Hawkins menulis banyak buku. Tetapi, kutipan itu cukup populer di kalangan para peminat studi atau kajian kesadaran.

Membahas tentang arti kutipan itu, saya mencoba menjelaskannya dengan format tulisan seakan-akan saya sedang diwawancarai. Saya tambahkan pula penjelasan-penjelasan yang relevan, termasuk dari sumber-sumber di luar Hawkins.

Namun, secara keseluruhan poin-poin jawaban dalam "wawancara" di bawah ini tentu bukanlah jawaban Hawkins. Itu adalah interpretasi saya sendiri mengenai pandangan Hawkins, baik berdasarkan bacaan saya atas buku-bukunya maupun buku-buku yang lain, serta dari refleksi atas pengalaman pribadi.

Di bawah ini "wawancara" yang dimaksud:  

Tanya: Bisa Anda jelaskan maksud kutipan dari David R. Hawkins, yang sepertinya cukup banyak ditemukan di internet jika orang membaca artikel-artikel atau topik-topik tentang kesadaran?

Jawab: Pertama, perlu diungkapkan dulu sekilas tentang siapa David R. Hawkins dan karyanya.

Di kalangan peminat studi kesadaran (consciousness) dan spiritualitas, nama Prof. David R. Hawkins boleh jadi tidak asing lagi.

Hawkins memiliki latar belakang yang unik. Ia berangkat sebagai seorang psikiater, seorang dokter medis di bidang kejiwaan. Namun, Hawkins kemudian masuk lebih jauh ke dalam urusan kejiwaan dengan menginvestigasi isu-isu mengenai spiritualitas, sehingga dia dikenal luas pula sebagai periset kesadaran, pengajar tentang spiritualitas bahkan akhirnya seorang mistikus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved