Ngopi Santai
Dunia dan Kehidupanmu Berubah Mengikuti Hatimu, Bukan Karena Kerja Kerasmu ?
Di kalangan peminat studi kesadaran (consciousness) dan spiritualtas, nama Prof. David R. Hawkins boleh jadi tidak asing lagi.
Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
"We change the world not by what we say or do, but as a consequence of what we have become"
"Kita mengubah dunia tidak dengan apa yang kita ucapkan atau lakukan, (perubahan) merupakan konsekuensi dari kemenjadian kita" ~David R. Hawkins
TRIBUN-BALI.COM -Kutipan tersebut di atas berasal dari David R. Hawkins. Saya tidak tahu persis dari buku dia yang mana, karena Hawkins menulis banyak buku. Tetapi, kutipan itu cukup populer di kalangan para peminat studi atau kajian kesadaran.
Membahas tentang arti kutipan itu, saya mencoba menjelaskannya dengan format tulisan seakan-akan saya sedang diwawancarai. Saya tambahkan pula penjelasan-penjelasan yang relevan, termasuk dari sumber-sumber di luar Hawkins.
Namun, secara keseluruhan poin-poin jawaban dalam "wawancara" di bawah ini tentu bukanlah jawaban Hawkins. Itu adalah interpretasi saya sendiri mengenai pandangan Hawkins, baik berdasarkan bacaan saya atas buku-bukunya maupun buku-buku yang lain, serta dari refleksi atas pengalaman pribadi.
Di bawah ini "wawancara" yang dimaksud:
Tanya: Bisa Anda jelaskan maksud kutipan dari David R. Hawkins, yang sepertinya cukup banyak ditemukan di internet jika orang membaca artikel-artikel atau topik-topik tentang kesadaran?
Jawab: Pertama, perlu diungkapkan dulu sekilas tentang siapa David R. Hawkins dan karyanya.
Di kalangan peminat studi kesadaran (consciousness) dan spiritualitas, nama Prof. David R. Hawkins boleh jadi tidak asing lagi.
Hawkins memiliki latar belakang yang unik. Ia berangkat sebagai seorang psikiater, seorang dokter medis di bidang kejiwaan. Namun, Hawkins kemudian masuk lebih jauh ke dalam urusan kejiwaan dengan menginvestigasi isu-isu mengenai spiritualitas, sehingga dia dikenal luas pula sebagai periset kesadaran, pengajar tentang spiritualitas bahkan akhirnya seorang mistikus.
Disebut-sebut bahwa buku fenomenal Hawkins ialah yang berjudul “Power vs Force: The Hidden Determinants of Human Behaviour”, yang diterbitkan pertama kali pada 1995.
Buku itu telah diterjemahkan ke dalam lebih 26 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, meskipun buku terjemahan “Power vs Force” dalam Bahasa Indonesia kurang bagus.
David R. Hawkins berupaya memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan esensial yang mengemuka selama ini, seperti “apa itu Kebenaran?” serta “adakah patokan atau tolok ukur yang sama untuk Kebenaran?”
Bekerjasama dengan para pakar dunia dari lintas keilmuan (salah-satunya dengan penerima Nobel, ahli kimia Linus Pauling), Hawkins telah membuat terobosan dalam kajian tentang kesadaran dan spiritualitas, karena ia melakukannya secara ilmiah dan bisa diukur (kuantitatif).
Sebelumnya, pembahasan tentang kesadaran dan spiritualitas lebih banyak abstrak, tak terukur atau kualitatif, dan didominasi oleh cara pandang versi agama-agama, sehingga tampak tersekat-sekat. Sumbangan terpenting Hawkins, menurut saya, adalah berupa wawasan dan metode baru dalam mengantarkan orang untuk memahami kesadaran (consciousness) secara melintas-batas, universal, melampaui sekat-sekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/consciousness.jpg)