Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Dunia dan Kehidupanmu Berubah Mengikuti Hatimu, Bukan Karena Kerja Kerasmu ?

Di kalangan peminat studi kesadaran (consciousness) dan spiritualtas, nama Prof. David R. Hawkins boleh jadi tidak asing lagi.

Tayang:
Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
pixabay
Ilustrasi tentang Kesadaran 

Tanya: Jawaban Anda terdengar logis, tetapi bagi saya tidak realistis. Sulit untuk mengetahui kualitas hati seseorang itu baik atau tidak, sehingga yang lebih mungkin adalah mengetahuinya dari ucapan dan perbuatannya kan? Anda mau membantahnya?

Jawab: Memang tidak mudah mengukur kualitas hati, kecuali Anda memiliki kesaktian yang bisa membaca pikiran dan hati seseorang.

Namun, apa yang ditulis Hawkins dalam bukunya “Power vs Force” dan buku-buku dia yang lain yang terkait, bisa membantu untuk menginterogasi dan menginvestigasi kualitas hati itu, sehingga seseorang bisa konklusif tentang (berada dimana) level kesadarannya.

Hawkins membuat Peta Kesadaran (Map of Consciusness/MoC) dan Level Kesadaran (Level of Consciousness/LoC) beserta uraiannya.

Maaf, saya sebut saja itu dengan Peta Kualitas Hati dan Level Kualitas Hati untuk lebih mendekatkan kepada pemahaman populer orang Indonesia.

Peta yang menjelaskan kesadaran dalam berbagai tingkatan itu secara garis besar membagi kesadaran ke dalam Kesadaran Rendah (disebut Force) dan Kesadaran Tinggi (disebut Power).

Pada intinya, kualitas kesadaran erat terkait dan ditentukan oleh seberapa kuat kepentingan ego dalam membelenggu kehidupan seseorang.

Semakin kecil keterlibatan/kepentingan ego, maka semakin tinggi kualitas hati. Level kualitas hati seseorang terlihat pada derajat  ketulusannya.

Jadi, iya memang Anda tidak sepenuhnya salah bahwa mengetahui kualitas hati tidaklah mudah, apalagi mengetahui kualitas hati diri sendiri. Membutuhkan ilmu, bahkan pada tingkat tertentu, membutuhkan guru atau pembimbing untuk mengetahuinya.

Tetapi, ada indikator fisiologis (fisik) yang bisa dipakai untuk mendeteksi kualitas hati, meskipun indikator tidak bisa membuat gambarannya secara menyeluruh. Paling tidak, indikator itu bisa mendeteksinya secara temporer pada momen kejadian.  

Tanya: Berarti Anda mau mengatakan bahwa harus ada satu-kesatuan antara alam batin dan alam lahir? Harus ada keselarasan antara niat dalam hati, ucapan dan tindakan, begitukah?

Jawab: Persis. Perselisihan atau ketidaksinkronan antara ketiga unsur itu memunculkan ketidakseimbangan. Disequilibrium. Terjadi ketidakselarasan antara hati, ucapan dan tindakan.

Bahasa umumnya adalah munafik. Sebutan lainnya: tidak berintegritas.

Ada yang mengatakan, satunya hati dan ucapan, itulah jujur/kejujuran. Sedangkan satunya ucapan dan perbuatan disebut komitmen. Dan keselarasan hati dengan ucapan dan perbuatan, itulah integritas.

Hawkins menyebut ketidaksinkronan antara hati, ucapan dan perbuatan itu sebagai non-true atau kepalsuan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved