Mudik Lebaran 2021

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H Polres Badung Gencarkan KRYD, Imbau Masyarakat Tak Mudik

Satuan Sabhara Polres Badung melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk

Istimewa
Personil Sabara Polres Badung saat melaksanakan kegiatan KRYD di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, Jumat 30 April 2021 - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H Polres Badung Gencarkan KRYD, Imbau Masyarakat Tak Mudik 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Satuan Sabhara Polres Badung melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, tepatnya depan Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Jumat 30 April 2021.

KRYD yang dilaksanakan guna mengantisipasi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru 2021.

Selain itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik Lebaran tahun ini.

Kanit Patroli Satsabhara Polres Badung, Ipda I Ketut Darmawan menyebutkan, kegiatan patroli pada KRYD ini bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas.

Baca juga: Satlantas Polres Badung Atur Skema Lalin Penyekatan Mudik, Kendaraan Diarahkan Ke Terminal Mengwi

Selain itu pula agar tetap menjaga situasi yang kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Kegiatan kita lebih fokus pada disiplin prokes Covid-19 selain memantau situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Badung," katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudik Lebaran tahun ini, guna menekan penyebaran virus Covid-19.

"Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat, termasuk penumpang agar tidak mudik Lebaran tahun ini," ucapnya.

Menurut mantan Kanit Sabhara Polsek Petang, saat ini situasi di terminal Mengwi menjelang Lebaran belum menunjukan lonjakan penumpang atau dampak yang mengkhawatirkan.

Kendati demikian, aparat kepolisian dari Polres Badung sudah membentuk posko penyekatan.

"Kita terus berikan imbauan prokes, dan larangan mudik/pulang kampung mulai tanggal 6-17 Mei 2021, demi mencegah klaster baru penyebaran Covid-19," terangnya didampingi Aipda I Made Suastika dan Bripka I Putu Oka Winaya Putra.

Mudik Dilarang, Gapasdap Padangbai Diperkirakan Merugi Rp7.4 Miliar

Pengusaha Ferry yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan  Sungai, Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) di Pelabuhaan Padang Bai, Kecamatan Manggis  diperkirakan mengalami kerugian sekitar 6.4 milliar akibat adanya kebijakan larangan mudik dari 6 - 17 Mei 2021.

Ketua DPC Gaspasdap Pelabuhan Padang Bai, Anang  Heru P, menjelaskan, perkiraan kerugian akibat ada  kebijakaan larangan mudik terhitung dari H - 7 hingga H + 7 Hari Idul Fitri.

Kerugian bersifat global dan menyeluruh.

Baca juga: Satlantas Polresta Denpasar Beri Imbauan Tertib Berlalu Lintas Hingga Tidak Mudik ke Masyarakat

Total kerugian tiap prusahaan pelayaran beda-beda, sesuai kapasitas.

Saat ini jumlah perusahaan pelayaran di Pelabuhan Padang Bai tinggal 11 perusahaan.

Terdiri dari 26 kapal, dan saat ini yang beroperasi 21 kapal.

Sisanya 5 kapal masih sedang melakukan docking tahunan.

Sebelumnya perusahaan pelayaran sebanyak 12, tapi 1 perusahaan pindah lintasn. 

"Perkiraan kerugian ini bersifat global. Mungkin kalau tiap perusahaan pelayaran berbeda - beda karena masing - masing kapal dilihat dari besar kecilnya ukuran kapal juga berpengaruh ke jumlah biaya  operasional,"ungkap Anang  Heru P, Jumat 30 April 2021.

Ia menambahkan, jika berbicara tentang kerugian mungkin harus lihat kilas balik dari H - 7 saampai H + 7 Hari Raya Lebaran.

Jika mengacu dari data tahun 2019 secara global, untuk mudik terhitung H - 7 sampai H + 7 penghasilan dari penyebrangan kurang lebih hampir mencapai sekitar 7.4 milliar.

Sedangkan tahun 2020 kemarin, penghasilan penyebrangan secara global kurang lebih hampir 1 milliar.

Penurunaan penghasilan itu karena ada larangan mudik untik menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Kemungkinan penghasilan dari pelayaran 2021 akan mengalami penurunan.

"Awalnya kecewa dan kaget dengan aturan dan kebijakan pemerintah tentang pelarangan mudik 6 sampai 17 Mei 2021."

"Karena di momen ini kami sebagai perusahaan transportasi penyeberangan mendapat pemasukan besar. Apalagi hampir lebih 1 tahun adaptasi baru atau new normal,"jelasnya.

Para pengusaha berharap dengan adanya larangan mudik ini, tidak ada lagi pembatasan muatan logistik yang menggunakan transportasi penyeberangan.

Baca juga: Akibat Larangan Mudik 2021,Ketua APPBI DPD Bali Prediksi Ada Peningkatan Kunjungan di Mall Capai 30%

Seperti waktu sebelum pendemi. Pihaknya berharap untuk larangan mudik tidak akan diperpanjang demi operasional perusahaan. 

"Kami berharap larang mudik tidak diperpanjang lagi karena anggaran kami sangat minim sekali. Terutama untuk biaya operasional, gaji untuk karyawaan, dan belum lagi kita wajib membayar THR karyawan," tambah Anang Heru.

Sehingga semua perusahaan pelayaran tetap bisa beroperasi.

Untuk diketahui, pengusaha pelayaran di  Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis merasa sangat dirugikan dengan dibukanya rute Pelabuhan Tanah Ampo, Kecamatan Manggis menuju Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Bulan Februari 2021 yang lalu.

Rute Tanah Ampo - Gili Mas ini dianggap mematikan rute penyebrangan Pelabuhan Padang Bai ke Lembar.

Pembukaan rute baru ini mengakibatkan load factor di Padang Bai ke Lembar di bawah 50 persen, akibat dari demand dan supply tak seimbang yang mempengaruhi bisinis yang tak kondusif. (*).

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved