Sejarah Masjid dan Asal Muasal Nama Masjid Sadar di Jalan Tegal Wangi Denpasar
Masjid yang beralamat di jalan Tegal Wangi, Gang Kenanga Nomor 13, Sesetan, Denpasar ini mempunyai nama yang unik.
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masjid yang beralamat di jalan Tegal Wangi, Gang Kenanga Nomor 13, Sesetan, Denpasar ini mempunyai nama yang unik.
Nama masjid ini yang unik ini adalah Masjid Sadar.
"Jadi nama Masjid Sadar ini berasal dari kepanjangan dari Semua Asalnya dari Allah dan Rasul" ujar H Yusuf, Ketua Yayasan Masjid Sadar Sesetan pada Jumat 30 April 2021.
Ia menjelaskan nama masjid Sadar ini merupakan inisiasi dari para pendiri masjid Sadar.
Baca juga: Pengurus Masjid Al Muawwanatul Khairiyah Bersyukur Jamaah Masih Antusias Laksanakan Ibadah Tarawih
"Sejarahnya, masjid ini merupakan mushola yang berada di lingkungan asrama tentara yang di sebelah barat jalan sana, di tanah kosong yang jadi tempat pameran itu."
"Dulu masjid kita ada di pojok sana, di depannya ada kuburan. Karena banyak yang aktif di mushola sana dan asrama tentara pindah, jadi kita lobby supaya musholla itu kita pindahkan dan pendiri kasih nama masjid Sadar" jelasnya.
Akhirnya, pada tahun 1998, sesuai dengan akta notaris, masjid ini berdiri secara resmi.
Namun pembangunan dilakukan secara bertahap hingga mencapai bentuk seperti sekarang ini.
Baca juga: Perayaan Ramadhan 1442 H, Masjid An Nur di Denpasar Adakan Kultum Setiap Subuh
"Kedua juga, Arsitek masjid ini ingin masjid ini benar-benar menghadap kiblat, jadi Inshaallah masjid ini benar-benar 100 persen menghadap kiblat" tegasnya.
Masjid ini mempunyai luas sekitar 500 M², dengan status tanah Wakaf.
Jamaah Masjid Sadar datang dari sekitar lingkungan masjid dan kawasan Sesetan.
Ketua Yayasan Masjid Sadar mengaku dirinya telah tinggal di Bali sejak tahun 1981.
Bahkan ada beberapa pembina masjid sudah menetap lama dan lahir di Bali.
Baca juga: Sejarah Masjid Al Furqon di Padangsambian Denpasar Bali, Dibangun Sejak 1987 dan di Lokasi Tertinggi
Lebih lanjut, dirinya selaku pengurus Masjid Sadar Sesetan melakukan penyesuaian kegiatan Ibadah di masa pandemi Covid-19.
Penyesuaian kegiatan juga dilakukan selama perayaan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1442 H.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/papan-nama-masjid-sadar-yang-beralamat-di-jalan-tegal-wangi.jpg)