Breaking News:

BNN Pastikan Pecandu Narkoba Tak Akan Dipenjara, Ini Syaratnya 

Sesuai UU bagi penyalahguna wajib direhabilitasi kami mengajak sementon warga Bali sebagai penyalahguna datang ke BNN terdekat.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
ILUSTRASI - BNNP Bali saat merilis pengungkapan kasus jaringan ganja, Denpasar, Bali, Jumat 26 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra meminta penyalahguna atau pecandu narkoba menyerahkan diri. Kata dia, menyerahkan diri jauh lebih baik ketimbang ditangkap petugas.

Ini terkait dengan kampanye War on Drugs yang digaungkan Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose. BNN ditugaskan tidak hanya melakukan penindakan secara hard power tapi juga soft power dan smart power.

"Kami membantu melaksanakan yang dikampanyekan oleh Kepala BNN Pak Golose, War on Drugs mewujudkan Bali bersih narkoba, Indonesia bersih narkoba," kata Sugianyar saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lobi Dit Resnarkoba Polda Bali, Denpasar, Kamis 6 Mei 2021.

Kata dia, perang melawan narkoba identik dengan upaya pengendalian suplai. Akan tetapi, BNN juga menelurkan kegiatan soft power dan smart power sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

"Sesuai UU bagi penyalahguna wajib direhabilitasi kami mengajak sementon warga Bali sebagai penyalahguna datang ke BNN terdekat," ujarnya.

Ia menjelaskan dengan menyerahkan diri kepada BNN maka penyalahguna dijamin tidak dipidana penjara melainkan akan direhabilitasi oleh BNN, selain itu privasi juga akan dijamin dan gratis dibiayai oleh negara.

"Privasi dijamin dan gratis dibiayai oleh negara, jangan tunggu ditangkap, silakan serahkan diri mau sembuh mau pulih kita jamin tidak ditangkap," bebernya.

Bagi yang menyerahkan diri, Sugianyar menekankan bahwa putusan di Pengadilan Negeri bakal mengarah ke putusan yang berupa penempatan dalam rehabilitasi, bukan pidana kurungan penjara.

"Sekarang pecandu wajib direhab dan putusan bisa berupa penempatan dalam rehabilitasi tidak pidana, putusan hakim tidak hanya dengan pemidanaan, bisa penetapan untuk direhabilitasi sesuai hasil assesment," katanya. 

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved