Berita Bangli
Terkendala Sarana Penunjang, Alat Tes PCR di RSU Bangli Belum Bisa Dioperasikan
Kendati telah mendapatkan bantuan alat dari pemerintah pusat, alat tersebut belum bisa dioperasionalkan lantaran masih terkendala alat penunjang lain
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – RSU Bangli hingga kini belum bisa melakukan tes PCR secara mandiri.
Kendati telah mendapatkan bantuan alat dari pemerintah pusat, alat tersebut belum bisa dioperasionalkan lantaran masih terkendala alat penunjang lain.
Wakil Direktur (Wadir) Penunjang Sarana dan Prasarana RSU Bangli, I Wayan Pariasta saat dikonfirmasi Kamis 6 Mei 2021 membenarkan hal tersebut.
Ia menjelaskan sejatinya kebutuhan fisik berupa bangunan sudah selesai dan bahkan sudah 90 persen.
Baca juga: Bangli Mulai Gerakan Serentak Vaksinasi Covid-19 di 7 Desa, Digelar Selama Enam Hari
Alat PCR pun juga sudah datang.
Namun, imbuhnya, untuk mengoperasikan alat PCR tersebut diperlukan beberapa alat penunjang operasional lainnya.
Seperti freezer untuk penyimpanan spesimen, alat ekstraksi, alat pemerinsakan, dan sebagainya.
“Alat penunjang sudah datang sejak beberapa hari terakhir.
Namun belum terpasang karena perlu uji fungsi, serta ada beberapa alat yang pelu dilengkapi lagi,” katanya.
Pariasta menambahkan untuk pemenuhan segala kebutuhan alat penunjang diperlukan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar.
Anggaran tersebut diakui sudah tersedia melalui anggaran belanja RSU Bangli.
Hanya saja, pemenuhan alat penunjang operasional ini tidak bisa dilengkapi dalam satu waktu.
Pasalnya penuhan alat penunjang dilakukan melalui e-katalog dari pemerintah pusat, bukan melalui tender.
“Di e-katalog ini sudah jelas harganya dan spesifikasinya. Jadi kalau alat yang kita butuhkan belum tayang di e-katalog, tidak bisa kita beli. Apalagi barang dalam e-katalog itu muncul satu per satu,” jelasnya.
Baca juga: Vaksinasi Lansia di Bangli Mencapai 22,87 Persen
Dengan kendala tersebut, Pariasta mengatakan hingga kini progress persiapan pelayanan PCR di RSU Bangli secara keseluruhan baru mencapai 50 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/etugas-laboratorium-sedang-menguji-sampel-swab-pcr-di-rsud-klungkung.jpg)