Mudik Lebaran 2021
14 Travel Gelap Batal Mudik, Hari Pertama Penyekatan Keluar Bali
Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, petugas Dishub dan Satpol PP menggelar penyekatan arus mudik Lebaran di pintu keluar Bali di Pelabuhan Gilimanuk
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Jadi kemarin malam sekitar pukul 23.00 Wita masih ada yang nekat mudik. Kita sekat atau setop di sini, di Pos Penyekatan," kata Kapolres Tabanan, Kamis.
Dari hasil penjaringan, kata Kapolres, ditemukan 10 mobil travel gelap jenis minibus yang nekat mudik.
Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik 2021, Hanya Ada 13 Jadwal Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali
Setelah diperiksa, para penumpangnya juga tak melengkapi diri dengan surat kesehatan bebas Covid-19 rapid test antigen.
"Kita tegaskan untuk putar balik. Yang kita putar kembali itu juga hasil koordinasi dengan Polres Jembrana bahwa jam 00.00 sudah tidak ada lagi penyeberangan," tegasnya.
Sementara itu, petugas kepolisian Kawasan Laut Gilimanuk membongkar praktik truk memuat pemudik.
Truk memuat pemudik beserta motornya itu dibongkar di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Kamis sekitar pukul 12.40 Wita.
Pemudik itu pun disuruh putar balik karena aturan larangan mudik sudah berlaku sejak pukul 00.01 Wita.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha mengatakan, pihaknya membongkar praktik tersebut.
Pihaknya melaksanakan perintah sesuai aturan yang berlaku, yakni pemudik dilarang keluar, 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Pemudik itu adalah Muhamad Alfan (29) asal Jember Jawa Timur.
“Kami lakukan dan tegakkan aturan sesuai arahan Pemerintah Pusat. Kami lakukan pemeriksaan ketat selama larangan mudik yang berlangsung mulai hari ini (kemarin, Red). Kalau sudah tidak memiliki surat tugas yang jelas apalagi melanggar, pasti kami suruh putar balik,” ucapnya.
Sementara itu, Muhamad Alfan mengaku, nekat mudik karena terlambat menerima gaji.
Dia baru mendapat gaji kemarin dan langsung pulang.
Ia juga beralasan anaknya sedang sakit dan sudah setahun ini dia tidak pulang kampung.
“Anak saya sakit dan baru dapat gaji. Saya juga setahun ini belum pulang. Tadi saya sudah sampai pelabuhan, tapi disuruh pulang. Terus balik lagi dan ketemu truk untuk ke Jember dan saya ikut,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-membongkar-praktik-penyelundupan-pemudik-oleh-oknum-sopir-truk-di-pintu-masuk.jpg)