Breaking News:

Berita Denpasar

Jelang Idul Fitri, BBPOM Denpasar Adakan Intensifikasi Pengawasan Pangan di 30 Distributor Retail

BBPOM Kota Denpasar bersama Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kabupaten Badung yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melakukan Intensifikasi

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BBPOM Kota Denpasar bersama dengan Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kabupaten Badung yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melakukan Intensifikasi Pengawasan pangan di Tiara Gatzu, Jalan Gatot Subroto Barat, Kuta Utara pada, Senin 10 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – BBPOM Kota Denpasar bersama Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kabupaten Badung yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melakukan Intensifikasi Pengawasan pangan di Tiara Gatsu, Jalan Gatot Subroto Barat, Kuta Utara, Badung, Bali, Senin 11 Mei 2021.

Beberapa bahan pangan dan parsel untuk perayaan hari raya Lebaran turut diperiksa kondisinya.

Ketika ditemui, Kepala BBPOM Denpasar, Ni G.A.N Suarningsih mengatakan pada kesempatan kali ini ia bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung. 

Baca juga: Polresta Denpasar Ungkap Kasus Pencurian Libatkan Anak Dibawah Umur, Puluhan Rokok Jadi Barang Bukti

“Kami secara bersama-sama bersinergi melakukan pengawasan pangan. Jadi pemerintah selalu melakukan pengawalan terhadap keamanan pangan baik secara rutin serta melalui intensifikasi pengawasan pangan."

"Terutama di hari-hari besar keagamaan seperti sekarang ini, menjelang hari raya Idul Fitri."

"Kami melakukan pengawasan ke seluruh retail dan distribusi yang besar-besar. Karena memang sumber makanan pada distributor, jadi Badan POM melakukan pengawasan,” ungkapnya. 

Baca juga: Terima 400 Sertifikat Tanah Aset Pemkot Denpasar, Jaya Negara Minta Lahan untuk Pembuatan TPA

Lebih lanjutnya ia mengatakan, sampai saat ini kurang lebih sudah sebanyak 30 distributor retail yang telah dilakukan pengawasan.

Distributor retail tersebut tersebar di seluruh kabupaten yang ada di Bali.

Hasilnya, dalam jumlah makanan yang besar tidak ditemukan makanan yang rusak atau kedaluwarsa.

Ia juga mengakui ada beberapa kemasan produk yang penyok atau rusak sedikit namun jumlahnya hanya satu atau dua produk. 

Baca juga: Pendaftaran SMP di Denpasar Digelar Juni 2021, 9 Ribu Lulusan SD Tak Tertampung di Sekolah Negeri

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved