Breaking News:

Berita Bali

Merasa Dianaktirikan, Para Sopir Taksi Bandara Ngurah Rai Mengadu ke DPRD Bali

Para sopir taksi itu ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama dan Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana

Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Koptax Ngurah Rai, I Kadek Ari Suchita 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Belasan supir taksi yang bernaung dalam Koperasi Taxi (Koptax) Airport Ngurah Rai Bali mendatangi Kantor DPRD Bali, Senin 10 Mei 2021.

Para sopir taksi itu ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama dan Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.

Mereka kemudian melakukan pertemuan secara tertutup selama kurang lebih setengah jam di ruang Ketua DPRD Bali.

Usai pertemuan, Ketua Koptax Ngurah Rai, I Kadek Ari Suchita menjelaskan bahwa kedatangan mereka sendiri dikarenakan merasa mendapat perlakuan diskriminatif selama menjalin kerjasama oleh pihak pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai .

Baca juga: Geruduk DPRD Bali, GMNI Bali Minta Ketegasan Pembukaan Pariwisata Bali, Sebut Rakyat Sudah Lelah

“Ini terkait legalitas dan perjanjian ke manajemen. Kami diarahkan ke koperasi karyawan yang notabena tidak sejalan dengan koperasi taxi, itu hanya dijadikan batu loncatan. Jika suatu saat ada masalah akan dilepas begitu saja karena beda manajemen,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebut bahwa selama ini pihaknya sudah melayani transportasi di kawasan Bandara Ngurah Rai selama 40 tahun.

Dalam jangka waktu tersebut, menurutnya tidak pernah ada masalah. Tetapi, pada akhir-akhir ini pihaknya justru merasa ‘dibuang’ oleh pihak pengelola bandara.

Bahkan, menurutnya pihak pengelola bandara banyak memasukkan transportasi yang tidak memiliki legalitas yang jelas sesuai regulasi pemerintah.

“Ketika ada pungutan dinaikkan mereka mendapatkan. Sedangkan ideal kontrak itu pasti dengan manajemennya bukan dengan koperasi karyawan. Selain itu, di lapangan diskriminasi terlalu banyak, dan  ada hal yang melenceng. Misalnya banyak desa penyangga lain membuat transportasi  sendiri, mereka masuk dulu baru bikin koperasi, justru langsung masuk aman saja,” sesalnya.

Suchita menegaskan, bahwa pihaknya sendiri telah memiliki legal standing yang jelas

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved