Breaking News:

Berita Bali

DPRD Bali Desak Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka Untuk Internasional

Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali sudah menyiapkan ITDC Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berbasis CHSE

Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkuaknya kasus penggunaan rapid antigen bekas untuk para penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara beberapa waktu lalu membuat khawatir banyak pihak.

Kejadian itu sendiri juga menjadi perhatian dan memunculkan keprihatinan di kalangan DPRD Bali.

Salah satunya keprihatinan disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi.

Ia sangat menyayangkan kebijakan dari pemerintah pusat terkait pembukaan Bandara Internasional.

"Kasus penggunaan Rapid Test Antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu itu membuat kami prihatin dan mendesak pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut," tandas Kresna Budi, Jumat 6 Mei 2021.

Pelaku Usaha Minim Kantongi Sertifikat CHSE, Dewan Badung Minta OPD Terkait Surati Langsung

Dispar Akui Banyak Tempat Usaha di Badung Tak Miliki Sertifikat Prokes CHSE

Sanur Akan Jadi Kawasan Zona Hijau, Dispar Denpasar Lakukan Sertifikasi CHSE Secara Bertahap

Sebagai Wakil Rakyat Bali, Ketua Komisi II DPRD Bali ini mengaku lebih kecewa dan menyayangkan telah dibukanya Bandara Internasional Kualanamu dan Soekarno-Hatta oleh pemerintah pusat ketimbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Padahal, menurut dia secara umum kasus Covid-19 sudah menurun dan penerapan protokol kesehatan (prokes) di Bali sendiri cukup ketat.

Selain itu sendiri, Bali juga telah menerapkan tiga daerah free covid corridor atau zona hijau yakni Sanur, Ubud, dan Nusa Dua.

"Sementara Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara belum dibuka. Ada apa ini ? padahal dari pengendalian Pandemi Covid-19, kasus di Bali sudah menurun, penerapan protokol kesehatan juga sudah sangat baik, bahkan Bali sudah menyiapkan tiga zone hijau, Ubud Kabupaten Gianyar, Nusa Dua Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar," tegasnya.

Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali sudah menyiapkan ITDC Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE sesuai standar pariwisata internasional.

Menurut Kresna Budi, Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk destinasi wisata Bali yang telah menerapkan CHSE, yang membuat sangat layak dibuka dengan ITDC Nusa Dua sebagai destinasi wisata percontohan.

Sehingga, pembukaan destinasi wisata yang mengacu kebijakan pengendalian Covid-19 dan peningkatan layanan seperti asuransi kesehatan bagi para wisatawan juga harus terus dilakukan.

"Selain dekat dengan Bandara Ngurah Rai, ITDC Nusa Dua juga merupakan kawasan tertutup, memiliki satu pintu masuk, sehingga aman dan mempermudah pengendalian Pandemi Covid-19," jelasnya. (gil)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved