Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Selama Periode Larangan Mudik 2021, AirNav Indonesia Siapkan Tiga Skema Khusus 

AirNav Indonesia menyiapkan tiga skema khusus dalam memastikan layanan navigasi penerbangan berjalan prima selama periode larangan mudik pada masa

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana lalu lintas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang terlihat dari Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM – AirNav Indonesia menyiapkan tiga skema khusus dalam memastikan layanan navigasi penerbangan berjalan prima selama periode larangan mudik pada masa Lebaran 2021. 

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, memaparkan ketiga skema khusus tersebut antara lain skema pengelolaan operasional, keselamatan, dan peralatan navigasi penerbangan.

“Meski terdapat larangan mudik pada tahun ini, namun operasional penerbangan untuk keperluan selain mudik seperti penerbangan kargo dan perintis tetap beroperasi."

Baca juga: Satgas Gabungan Ops Ketupat Agung 2021 Gelar Patroli Malam Antisipasi Pelanggar Nekat Mudik di Bali

"Sehingga kami rumuskan tiga skema khusus ini demi menjamin layanan navigasi penerbangan di ruang udara Nusantara beroperasi dengan selamat dan efisien,” ungkap Pramintohadi dalam keterangannya, Senin 10 Mei 2021.

Dijelaskannya, skema pengelolaan operasional mengatur mengenai detail tugas dan prosedur para personel dalam memberikan layanan navigasi penerbangan bagi angkutan lebaran. 

“Pada skema operasional ini kami menyiapkan tujuh poin dukungan, di antaranya pelayanan navigasi penerbangan mengikuti operasional bandara, penetapan kontak layanan lalu lintas penerbangan untuk 9 bandara yang dijadikan alternatif termasuk person in charge (PIC) lalu lintas penerbangan di 50 lokasi bandara, pengecekan rutin harian dan laporan mingguan fasilitas navigasi penerbangan dan dukungan data dan informasi dari aplikasi STREAM yang dikembangkan oleh AirNav Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Larangan Mudik, Ratusan Calon Penumpang Kapal di Pelabuhan Padangbai Karangasem Diminta Putar Balik

Pramintohadi menambahkan, poin selanjutnya dari skema operasional adalah pengawasan flightplan dan fleksibilitas slot penerbangan menggunakan aplikasi berbasis dalam jaringan (daring) yakni CFPL dan CHRONOS. 

Selain itu, dilakukan pula koordinasi dan kolaborasi aksi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan melalui alur koordinasi selama 24 jam penuh dalam sehari. 

Terakhir, disiapkan pula publikasi informasi aeronautika penerbangan kepada pamangku kepentingan penerbangan yang dilakukan dari 10 klaster Pusat Informasi Aeronautika dan NOTAM Office AirNav Indonesia.

Skema keselamatan, menurut Pramintohadi, terbagi ke dalam dua lingkup, yakni keselamatan personel dan operasional layanan navigasi penerbangan. 

Baca juga: 3 Hari Setelah Pemberlakuan Larangan Mudik 2021 sebanyak 29.339 Kendaraan Disuruh Putar Balik

“Untuk keselamatan personel layanan navigasi penerbangan di tengah pandemi COVID-19 ini, kami telah menerapkan protokol internal New Normal versi 8.0 yang di dalamnya secara komprehensif mengatur protokol kesehatan selama bertugas bagi personel layanan navigasi penerbangan dan karyawan AirNav Indonesia, serta protokol perawatan sarana dan prasarana penunjang, termasuk di dalamnya protokol untuk pihak eksternal yang masuk ke lingkungan kantor kami,” lanjutnya.

Untuk keselamatan operasional layanan navigasi penerbangan, AirNav telah menyiapkan prosedur mitigasi dari kemungkinan-kemungkinan gangguan keselamatan penerbangan antara lain erupsi gunung berapi, cuaca buruk, isu keamanan dan pelepasan balon udara liar pada momen syawalan. 

“Prosedur mitigasi tersebut berisi panduan dan standar operasional prosedur (SOP) mengenai hal-hal yang dilakukan personel navigasi penerbangan saat menghadapi kendala-kendala tersebut,” paparnya.

Baca juga: Terjaring di Pos Penyekatan Megati Tabanan,Petugas Minta 24 Kendaraan Putar Balik karena Nekat Mudik

Khusus untuk pelepasan balon udara liar, Pramintohadi mengatakan bahwa pihaknya pada tahun ini juga menggencarkan pendekatan persuasif berupa sosialisasi khususnya kepada komunitas balon udara di Kota Pekalongan dan Kabupaten Wonosobo. 

“Tahun ini, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi, festival masih ditunda, sementara kami memaksimalkan sosialisasi. Pagi ini kami melaksanakan webinar keselamatan penerbangan dengan peserta siswa-siswi Pekalongan dan Wonosobo. Harapannya, adik-adik yang mengikuti webinar dapat menjadi agen keselamatan penerbangan untuk lingkungan sekitarnya masing-masing,” terangnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved