Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ibadah Haji

Arab Saudi Izinkan Ibadah Haji Tahun Ini, KJRI Jedaah Cek Hotel, Transportasi dan Katering

Persiapan dilakukan meski KJRI Jeddah belum menerima informasi detail terkait operasional haji tahun ini, apakah jemaah asing pun diperbolehkan ikut.

Editor: DionDBPutra
AFP/HO/SAUDI MINISTRY OF MEDIA via KOMPAS.COM
Umat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu 2 Agustus 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) Jeddah mulai melakukan persiapan setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan menggelar ibadah haji tahun 1442 H atau tahun 2021 Masehi.

Konjen RI di Jeddah, Eko Hartono mengakui sudah ada pengumuman dari pemerintah Arab Saudi soal ibadah haji tahun ini sehingga pihaknya mulai melakukan sejumlah persiapan. Misalnya mengecek hotel. Transportasi dan katering.

Persiapan sudah dilakukan meski KJRI Jeddah belum menerima informasi detail terkait operasional haji tahun ini, apakah jemaah asing juga diperbolehkan atau tidak.

Baca juga: Arab Saudi Pastikan Ibadah Haji 2021, Kemenag RI Siapkan Empat Skenario

Baca juga: Biaya Ibadah Haji 2021 Diprediksi Naik Rp 9,1 Juta

“Kami lakukan berbagai persiapan sebagai antisipasi antara lain rapat-rapat dan mengecek pihak hotel, transportasi dan katering di Mekkah dan Madinah tentang kesiapan mereka,” kata Eko Hartono, Selasa 11 Mei 2021.

Eko Hartono mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi terkait kuota, syarat, hingga vaksinasi bagi calon Jemaah haji. Namun Konjen Eko memastikan Arab Saudi akan menggelar haji dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kemarin sore ada pengumuman dari Saudi bahwa akan diselenggarakan haji tahun 2021 dengan prokes ketat. Tapi detail operasionalnya akan disampaikan kemudian. Ini termasuk apakah hanya untuk domestik atau juga undang jemaah asing, kuotanya, syarat-syarat lainnya, karantina dan sebagainya, juga vaksin bagi jemaah,” ujar Eko Hartono.

Menurut Eko, karena pembatasan ketat dari pemerintah Arab Saudi, banyak hotel tidak kedatangan tamu. Bahkan beberapa hotel perizinannya sudah kedaluwarsa.

“Untuk terlibat dalam haji mereka (hotel dan katering) harus punya izin dari pemerintah Saudi. Ternyata beberapa hotel juga sudah kedaluwarsa izinnya. Karena lama nggak ada tamu, mereka tidak atau belum perpanjang,” jelas Eko.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait ibadah haji tahun ini.

Dia mengungkapkan Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR sudah melakukan sejumlah persiapan.

"Kami juga sudah melakukan serangkaian pembahasan dengan Komisi VIII DPR terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)," ucap Khoirizi.

Dalam pengumumannya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan dilaksanakan dengan kondisi khusus demi melindungi jemaah dari penyebaran virus corona.

"Otoritas kesehatan Kerajaan terus memantau situasi dan mengambil semua tindakan untuk memastikan keselamatan bagi semua," kata juru bicara Kementerian Haji dan Arab Saudi, dikutip dari Arab News.

Empat skenario

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait ibadah haji tahun ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved