Berita Bali
Ini Jawaban Dewan Bali Soal Molornya Proyek Renovasi Stadion Dipta di Gianyar Bali
Molornya pengerjaan renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta mendapat tanggapan dari para wakil rakyat Bali.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Molornya pengerjaan renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta mendapat tanggapan dari para wakil rakyat Bali.
Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana mengaku bahwa pihak pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah berkomitmen untuk membantu penyelesaian renovasi tersebut.
Bahkan, pihaknya telah menyetujui Pemprov Bali untuk menganggarkan dana kurang lebih Rp 5 Millyar melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2021 yang diperuntukan untuk penataan dan perluasan lahan parkir.
“Tapi yang saya tahu anggaran yang kita bantu kan, cuma BKK untuk pengadaan lahan parkir, kalau yang lainnya dari pusat kayaknya, termasuk pengadaan kursi dan lain sebagainya,” katanya saat ditemui di ruang Komisi III DPRD Bali, Senin 10 Mei 2021.
Saat disinggung apakah molornya pengerjaan tersebut akibat anggaran yang belum kunjung cair.
• Meski Piala Dunia U20 Diundur, DPRD Bali Minta Penataan Lahan Parkir Stadion Dipta Tetap Dilanjutkan
• Bagaimana Progress Pembangunan Stadion Dipta? Ini Penjelasan Yabes Tanuri
• Trotoar Baru di Depan Stadion Dipta Dimanfaatkan Pedagang Nakal
Gung Adhi membantahnya, menurut dia dari pantauan dan pengawasannya, anggaran dari Pemprov Bali tersebut bahkan sudah cair dan telah dikerjakan.
Ia justru mempertanyakan apakah molornya renovasi tersebut justru akibat macetnya anggaran yang berasal dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar.
“Kalau dari provinsi kan sudah, kan ini harus jelas, apa yang pusat atau dari kabupaten,” tanya Politikus PDIP Bali ini.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer juga menyebut bahwa jika anggaran dari pemerintah lancar, maka menurutnya PT PP selaku kontarktor wajib menyelesaikan sesuai dengan kontrak.
“Biar nggak salah, kalau anggaran ada ya pasti ada punishment, kalau ada ya, terus lambat pengerjaannya, biasa dicantumkan dalam kontrak itu,” tegas dia, Senin.
Tetapi, jika memang tidak ada anggaran dari pusat, maka ia meminta semua pihak untuk memakluminya.
Pasalnya, PT PP sendiri tidak bisa menalangi proyek renovasi tersebut. Apalagi, menurut dia, PT PP sendiri saat ini sedang mengalami kondisi keuangan yang kurang baik.
“Tapi kalau anggaran tidak ada ya harap dimaklumi, karena kan PP nggak bisa bekerja, PP lagi berat keuangan dia untuk memakai keuangan sendiri gak mungkin, kan ada sistem keuangannya yang harus mereka jalankan,” jelasnya.
Politikus Golkar ini mengaku PT PP hanya bisa melakukan penalangan melalui corporate social responsibility (CSR).
• Menpora Zainudin Amali Tinjau Stadion Dipta Gianyar, Ajak Pengunjung Berwisata Sembari Nonton Bola
• 3 Fakta Renovasi Stadion Dipta Bali, Nilai Kontrak Rp 152,9 Miliar, Persiapan Piala Dunia U-20
Namun, dana dari CSR ini menurutnya tidak bisa keluar banyak.
“Mereka bisa bantu lewat CSR, tapi kan tidak banyak,” akunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-komisi-iii-dprd-bali-anak-agung-ngurah-adhi-ardhana-alias-gung-adhi.jpg)