Jadwal dan Panduan Misa Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katolik Katedral Denpasar
Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar menggelar Misa peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Saat prosesi salam damai juga tidak lagi dilakukan dengan berjabat tangan, melainkan dengan mengatupkan ke dua telapak tangan di depan dada dan menundukkan kepala.
Kemudian saat penerimaan komuni, Dewan Pastoral Paroki telah memasang garis-garis khusus untuk pembatas satu umat dengan yang lainnya, saat menerima komuni, umat menyorongkan tangan, bergeser membuka masker untuk menyantap hosti lalu kembali memakai masker.
Lalu, durasi peribadatan juga lebih cepat dari biasanya sebelum adanya pandemi covid-19 hal ini untuk meminimalisir umat berlama-lama di gedung gereja, meskipun durasi relatif lebih cepat namun tidak mengurangi esensi utama tata cara peribadatan.
Usai ibadah, umat juga tidak boleh asal keluar, harus mematuhi prosedur yang berlaku, di mana umat yang duduk di baris tengah akan keluar lewat pintu tengah utama, dan yang duduk di samping keluar lewat pintu samping, begitu pula yang di balkon atas, akan ada petugas yang mengarahkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/natal-2020-di-gereja-katedral-denpasar.jpg)