Berita Gianyar

Justru Jadi Pemicu Kekumuhan, Sejumlah Tong Sampah di Jalan Protokol Ditarik Pemkab Gianyar

Tong sampah ini dirancang oleh DLH Gianyar untuk menampung sampah untuk satu rumah tangga hanya satu kantung plastik per hari.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Salah satu lokasi yang tong sampahnya dicabut oleh Pemkab Gianyar, karena sampah di lokasi ini sering berserakan di jalanan. Foto diambil, Kamis 13 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tong sampah yang dipasang di jalan-jalan protokol oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, selama ini diharapkan dapat menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang asri di sepanjang jalan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, di mana tong sampah-tong sampah tersebut justru menjadi objek yang merusak pemandangan.

Hal tersebut karena banyak masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan dengan benar.

Seperti, membuang sampahnya setiap waktu, dan ketika tong sampah sudah penuh, masyarakat justru meletakkan sampahnya di luar tong sampah, hingga acap kali berserakan di pinggir jalan. 

Baca juga: Pengamanan Sholat Id di Moshola Akobah Yappenatim 45 Gianyar, Kapolsek Bersyukur Berjalan Lancar

Informasi dihimpun Tribun Bali, Kamis 13 Mei 2021, tong sampah ini dirancang oleh DLH Gianyar untuk menampung sampah untuk satu rumah tangga hanya satu kantung plastik per hari.

Namun yang terjadi, tak sedikit dari warga yang membuang sampah sampai lima plastik, belum lagi ditambah sampah yang dihasilkan pemilik usaha.

Ditambah dengan jumlah tenaga dan armada pengangkut sampah yang relatif terbatas.

Hal itulah yang selama ini menjadi penyebab tong sampah di setiap jalan protokol menjadi pemicu kekumuhan.

Baca juga: Maksimalkan Strategi Publikasi, DPRD Buleleng Kunjungi DPRD Bali dan Gianyar

Persoalan tersebut akhirnya mendapatkan perhatian serius oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra.

Sejak beberapa pekan ini, bupati telah menginstruksikan DLH Gianyar untuk mencabut tong sampah tersebut.

Ada juga yang lokasinya digeser ke tempat yang dekat pemukiman warga, untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap tong sampah supaya tidak kelebihan kapasitas.

Kepala DLH Gianyar, Made Mirnawati membenarkan, pihaknya telah mencabut dan menggeser tong sampah ke tempat yang lebih tersembunyi dari pandangan masyarakat umum.

Hal ini dilakukan, lantaran banyak masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan tong sampah dengan benar.

Baca juga: Bupati Gianyar Made Mahayastra Tinjau Persiapan Penataan TPA Temesi Menuju TPA Modern

"Setiap tong sampah di jalan protokol itu, dirancang untuk satu rumah tangga satu kantung plastik. Tapi kenyataannya di lapangan, banyak yang membuang sampah lebih dari itu," ujarnya.

"Bahkan ketika tong sampah sudah over load, mereka tidak membawa sampahnya kembali ke rumah, menunggu tong sampah kosong. Tapi justru menaruhnya di luar tong sampah, sehingga kondisinya menjadi kumuh," ujarnya.

Baca juga: Pengemis di Gianyar Punya Pos Masing-masing, Ajak Anak-anak dan Bayi Cari Empati  

Pihaknya pun berharap, dengan perubahan yang saat ini dilakukan, masyarakat mulai bisa mengurangi penggunaan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai.

"Perubahan harus dimulai, jangan membiasakan hal yang merugikan diri kita dan orang banyak," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved