Berita Gianyar
Asah Kreativitas Pelukis di Tengah Pandemi, Rumah Tukik Gianyar Adakan Kegiatan Lukis Model Bersama
Asah kreativitas para pelukis, Rumah Tukik adakan kegiatan melukis model bersama yang berlokasi langsung di Rumah Tukik
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Asah kreativitas para pelukis, Rumah Tukik adakan kegiatan melukis model bersama yang berlokasi langsung di Rumah Tukik Jalan Singapadu, Gianyar, Bali, Minggu 16 Mei 2021.
Ketika ditemui, pengurus Rumah Tukik, I Wayan Suma Bagia dan Ni Kadek Novi Sumariani mengatakan, kegiatan melukis model ini dilakukan pada tiga sesi berbeda.
"Kegiatan hari ini ada lukis model yang dilakukan dalam tiga sesi berbeda. Sesi yang pertama ada 10 menit dengan pose berbeda kemudian break lalu pose kedua 10 menit juga dengan pose yang berbeda juga yang berfungsi untuk sketsa cepat. Kemudian ada waktu 20 menit kali empat dengan pose yang sama tujuannya agar teman-teman biar menghasilkan gambar yang jadi," ungkap Novi.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, Rumah Tukik adalah kegiatan creative space yang memang lebih menekankan pada kegiatan kreativitasnya.
Baca juga: Hadir Sebagai Bintang Tamu, Seniman I Putu Adi Sujana Bagikan Pengalaman Selama Menggeluti Kesenian
Semacam tempat untuk belajar juga.
Dan kegiatan yang sudah pihaknya lakukan kemarin seperti yoga, lukis model, komik, dan watercolour border.
Dan Rumah Tukik sendiri baru saja berdiri pada 2 April 2021 lalu dengan agenda pertama yakni watercolour.
"Yang reguler kegiatan kami itu Yoga di hari Kamis dan lukis model sebulan sekali. Sudah dua kali kita lakukan lukis model. Peserta pelukisnya juga terdiri dari beberapa mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Bali, serta ada komunitas dan peserta umum," tambahnya.
Sementara, I Wayan Suma Bagia mengatakan, pada acara ini terdapat penggalangan donasi untuk model dan operasional Rumah Tukik.
Awalnya memang kegiatan yang dilakukan Rumah Tukik berbayar, namun dikarenakan pandemi Covid-19, akhirnya memutuskan untuk menjadi sistem donasi.
"Jadi orang bebas melakukan donasi berapapun. Ini sebenarnya yang punya tempat disuruh ngelola tempat ini dan disuruh bikin kegiatan apa saja yang kira-kira dapat mengasah kreativitas. Akhirnya mengonsepkan Rumah Tukik untuk teman-teman yang mau belajar dan berkreasi bersama," papar Suma.
Rencananya, kedepannya Rumah Tukik akan membuat pameran kecil dan saat ini masih mengumpulkan dana untuk fasilitasnya.
Dan kemungkinan untuk bulan Juni akan ramai dengan kegiatan anak-anak sekolah dan pihaknya akan adakan kegiatan workshop yang berkompeten dibidangnya.
"Seperti workshop animasi, story telling dan cukil kayu. Kita tetap dengan protokol kesehatan, kita batasi dan setiap yang mau datang lalu lakukan pendaftaran. Kita maksimalkan 17 orang, sesuai protokol kesehatan," tutup, Suma. (*)
Baca juga: Denpasar Kirim 14 Sekaa dalam Pesta Kesenian Bali ke XLIII
Kumpulan Artikel Bali