Serba Serbi
Pasiraman Dalem Dimade, Sisi Lain Pancoran Solas Bangli
Genah atau tempat malukat di Bali, selalu mempunyai sisi unik untuk digali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Memberitahukan ihwal tata cara dan etika di area malukat.
Sehingga pamedek atau turis yang datang, tetap mampu menjaga kesakralan lokasi ini.
Tertulis di papan itu, pamedek yang datang bisa membawa dua pejati.
Satu pejati diletakkan dan dihaturkan di asagan, tepat di depan tempat malukat.
Satunya lagi dihaturkan, di Padmasana tepat berada di atas genah panglukatan.
Kemudian canang bisa ditaruh di setiap pancoran yang ada.
Baca juga: Arti dan Makna Wuku Sungsang Dalam Hindu Bali, Roh Leluhur dan Para Dewa Turun ke Bumi
Ada 11 pancoran, untuk itu namanya disebut Pancoran Solas.
"Tempat malukat ini sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum saya ada," kata pria ini, yang juga kerap menjadi guide di sana.
Ia kemudian menceritakan, bahwa ada kisah menarik dari Pancoran Solas ini.
Vibes malukat di sana terasa berbeda, sebab masih alami dan hanya dikelilingi hutan saja.
Airnya yang jernih dan dingin, mampu menenangkan jiwa dan raga dari kepenatan hidup.
Setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Jika pamedek ingin membersihkan diri, bisa di pancoran pemandian.
Baru setelah itu malukat di Pancoran Solas.
Sebab di genah panglukatan, tidak boleh menggunakan sabun dan shampo atau benda sejenis lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasiraman-dalem-dimade-sisi-lain-pancoran-solas-bangli.jpg)