Berita Jembrana

Rencana Pembangunan Sirkuit Formula 1 di Jembrana, Ini Lokasi dan Lahan yang Disiapkan

Pemkab Jembrana, Bali, serius terkait rencana pembangunan sirkuit Formula 1 (F1). Lokasi atau lahan sudah disiapkan.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Komang Agus Ruspawan
Rencana Pembangunan Sirkuit Formula 1 di Jembrana, Ini Lokasi dan Lahan yang Disiapkan - lahan-sirkuit-f1.jpg
Tribun Bali
Lahan Perusda di Desa Candikusuma, Melaya, Jembrana, Bali yang direncanakan untuk pembangunan sirkuit Formula 1, Selasa 18 Mei 2021.
Rencana Pembangunan Sirkuit Formula 1 di Jembrana, Ini Lokasi dan Lahan yang Disiapkan - maps-lokasi-sirkuit.jpg
istimewa
lokasi rencana pembangunan sirkuit F1 di Jembrana, Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga Ismaya

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Pemkab Jembrana, Bali, serius terkait rencana pembangunan sirkuit Formula 1 (F1).

Lokasi atau lahan untuk pembangunan sirkuit F1 ini pun sudah disiapkan.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba serius dalam menggarap potensi yang ada di Jembrana.

Bahkan, beberapa hari lalu saat kunjungan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, ada rencana pembangunan sirkuit F1 di Jembrana.

Rencananya, sirkuit F1 tersebut akan dibangun di lahan Perusda Provinsi Bali, yang berada di kawasan Perkebunan Sangiang, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Rencana pembangunan sirkuit F1 ini menjadi rencana strategis pemerintah pusat seiring dengan adanya pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Rencana pembangunan sirkuit F1 ini ditanggapi positif oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jembrana.

Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memang sirkuit itu memang masuk dalam rencan proyek pemerintah pusat.

Tentu saja, persoalan paling krusial yang harus dipikirkan pemerintah kabupaten adalah menggarap fasilitas atau infrastruktur penunjang.

Dengan kata lain, selain persoalan tol, yakni akomodasi yang berpihak kepada masyarakat Jembrana.

“Tentu saja kami sangat mengapresiasi terkait rencana tersebut,” ucap Ketua PHRI Jembrana, I Gede Sukadana, Selasa 18 Mei 2021.

Baca Juga: Tidak Hanya Soal Formula 1, Ini Pemaparan Bupati Tamba Angkat Potensi Jembrana 

Baca Juga: Masa Larangan Mudik Rampung, Keluar Masuk Bali Ramai Pemudik 

Yudana mengaku baru sepintas mendengar ungkapan dari RI 5 (Bamsoet), saat mengunjungi Jembrana beberapa hari lalu.

Pada dasarnya, selaku pelaku pariwisata, tentu sangat mengapresiasi rencana tersebut.

Karena alasan utama ialah Jembrana tergarap dari sisi sektor pariwisata. Sehingga berdampak pada ekonomi kabupaten atau masyarakat Jembrana.

Pihaknya, kini hanya melakukan monitoring dan mengimbangi untuk sisi marketing akan seperti apa nantinya ketika memang akan direalisasikan seiring dengan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi.

“Yang terpenting itu akomodasi. Dan kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia), warga Jembrana karena berkaitan dengan kancah Internasional,” tegasnya.

Menurut Sukadana, SDM dan akomodasi itu penting mengingat bahwa saat ini Jembrana belum siap menerima tamu di atas 500-an orang.

Alasannya, untuk hotel saja, masih cukup minim. Bahkan, dengan 250 orang atau separuhnya masih cukup kesusahan.

Terutama mencari tamu untuk ditempatkan di hotel bintang tiga atau villa yang representatif. 

“Paling tidak bintang tiga skala internasional standarnisasi sudah masuk. Yang juga tak kalah penting adalah soal adanya destinasi wisata yang harus digarap serius. Sehingga tidak monoton di sirkuit formula 1 saja. Tapi ada destinasi yang bisa membuat pengunjung menikmati alam Jembrana,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Datangi DPRD Jembrana Tolak Keberadaan Pabrik Limbah B3 di Pengambengan, Ini Sikap Fraksi PDIP 

Rencana pembangunan sirkuit ini muncul ketika Bamsoet mengunjungi Jembrana.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, dipilihnya kabupaten Jembrana untuk dijadikan sebagai lokasi untuk pembangunan sirkuit Formula 1 lantaran kabupaten ini merupakan salah satu wilayah yang tingkat penerimaan ekonominya masih tergolong sangat rendah.

“Jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Bali seperti Badung atau Kabupaten Gianyar, tentu Jembrana dari sisi penerimaan ekonominya masih sangat rendah. Hal itu menyusul Jembrana sampai saat ini hanya menjadi lintasan orang saja dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Kedepan, Bamsoet berharap, dengan dibangunnya tol dan rencana pembangunan bandara, kawasan Perkebunan Sangiang yang ada di Persil Desa Candikusuma akan berubah menjadi Sport Tourism.

Hal itu tentu tergantung dari persetujuan Gubernur Bali dengan masukan-masukan dari para tokoh adat.

Pihaknya berharap dengan dibangunnya tol termasuk kalau jadi pembangunan bandara serta pembangunan fasilitas-fasilitas lainnya, pariwisata Jembrana bisa menggeliat.

“Kami harapkan sirkuit Formula 1 di Candikusuma ini akan bisa dijadikan sebagai sport tourism,” bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved