Wawancara Tokoh
Layangan Chris Sering Juara, Jadikan Layang-layang Sebagai Usaha Sejak 9 Tahun
Sejak 9 tahun lalu, Putu Chris Budi Setyawan telah menekuni usaha pembuatan layang-layang.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak 9 tahun lalu, Putu Chris Budi Setyawan telah menekuni usaha pembuatan layang-layang.
Bahkan beberapa layangannya tak hanya terjual di Bali, namun hingga ke luar Bali. Untuk penjualan layangan ini, menggunakan sistem by order.
"Mereka minta dibuatkan layangan sesuai order mereka. Bahkan saya untuk luar Bali buatkan layangan knockdown. Saya kirim video tentang cara pemasangannya," kata Chris saat ditemui dalam acara UMKM Layang-layang Expo 2021 di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu 22 Mei 2021.
Saat ini, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, namun pemesanan layang-layang masih banyak.
Baca juga: From Zero to Hero, Deck Sotto Inisiasi UMKM Layang-layang Expo 2021 di Denpasar Bali
Namun rata-rata yang dipesan adalah layangan janggan buntut ukuran 1,5 meter hingga 2 meter.
"Saat pandemi layang-layang ukuran kecil banyak dipesan. Sementara pesanan layang-layang besar berkurang," katanya.
Ia mengatakan, meningkatnya pemesan layang-layang kecil karena kebanyakan diterbangkan di perumahan.
Sementara layangan besar biasanya untuk kebutuhan lomba.
Karena pandemi Covid-19 dan tak ada lomba, maka tahun 2020 dan 2021 ini nyaris tak ada pemesan layang-layang ukuran besar.
Untuk membuat layang-layang ukuran 2 meter ke bawah, biasanya ia butuh waktu 3 hari dari membuat rangka hingga layang-layang tersebut layak terbang.
Setiap ada pemesan yang datang, dirinya pun selalu menanyakan tentang areal tempat layang-layang tersebut diterbangkan.
“Jika arealnya luas, maka saya akan buatkan layang-layang yang saat mulai terbang itu liar, agar sampai di atas kelihatan bagus, karena kalau di bawah kurang liar, saat berada di atas layang-layang itu akan diam,” katanya.
Biasanya, setahun sebelum mulai musim layang-layang dirinya telah mendapat pesanan.
Dan 2 bulan sebelum musim layang-layang, dirinya telah mencari bambu dan merautnya.
Sehingga, begitu musim layang-layang tiba, dirinya hanya tinggal merakit dan mencoba menerbangkannya.
Untuk layang-layang ukuran 1,5 meter dijualnya dengan harga Rp 300 ribu.
Namun khusus dalam UMKM Layang-layang Expo 2021 ini, bagi pemesan saat pameran berlangsung diberikan harga khusus yakni Rp 275 ribu.
Baca juga: WAWANCARA: Deck Sotto Inisiasi Layang-layang Expo, Begini Sepak Terjangnya Geluti Dunia Layangan
Ia menambahkan, layangan yang dijualnya ini sering mendapat juara dalam perlombaan.
“Banyak yang mengatakan layang-layang saya sering dapat juara. Kadang ada pembeli yang nelpon bilang layangan yang dibeli di saya dapat juara,” katanya.
Padahal menurut pengakuannya, saat dirinya mengikuti lomba, hanya beberapa kali saja mendapat juara.
“Mungkin hoki bagi yang membeli layangan saya itu. Dan saya sangat senang mendengar kabar itu,” imbuhnya. (*).
Kumpulan Artikel Denpasar