Breaking News:

Bendesa di Gianyar Bali Belum Dapat Insentif Lantaran Merosotnya PAD, Kadisbud : Mohon Sabar Dumun 

Insentif bendesa yang belum cair ini merupakan insentif per triwulan pertama atau Januari, Februari dan Maret.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krisis ekonomi pasca covid-19 telah berdampak kepada Bendesa di Gianyar, Bali. 

Sebab, baru kali ini Gianyar terlambat membayarkan insentif bendesa yang sempat dijanjikan cair April 2021 lalu.

Terlebih, keterlambatan pencairan tersebut bukan karena persoalan administrasi, melainkan ketidak adaan dana akibat merosotnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Informasi dihimpun Tribun Bali, Senin 24 Mei 2021, insentif bendesa yang belum cair ini merupakan insentif per triwulan pertama atau Januari, Februari dan Maret.

Dimana pada Maret kemarin, sejumlah bendesa telah mengeluhkan karena insentif tersebut tidak cair.

Namun mereka sempat lega, lantaran Dinas Kebudayaan Gianyar menjanjikan akan cair pada April.

Namun di penghujung bula Mei ini insentif tersebut tidak kunjung cair.

Adapun nilai insentif yang seharusnya diterima bendesa ini berjumlah Rp 1,3 juta.

Tak hanya bendesa, ada pula insentif untuk kelian adat senilai Rp 900 ribu yang juga tidak cair.

Saat ini, para bendesa hanya mengandalkan dana BKK dari Pemprov Bali sebesar Rp 1,5 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved