Berita Denpasar

Instruksi Pusat, Penyekatan Arus Balik di Denpasar Diperpanjang

Pengetatan arus balik Lebaran tahun 2021 seharusnya sudah berakhir pada Senin, 24 Mei 2021 kemarin, namun penyekatan ini diperpanjang.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pengetatan arus balik di Pos Umanyar Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengetatan arus balik Lebaran tahun 2021 seharusnya sudah berakhir pada Senin, 24 Mei 2021 kemarin.

Akan tetapi, tim gabungan yang terdiri atas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, TNI/Polri, Satpol PP, dan Dibantu Pecalang Desa Adat Ubung Kaja kembali diperpanjang.

Perpanjangan ini dilaksanakan hingga 31 Mei 2021 mendatang.

Baca juga: Pemkot Denpasar Pertahankan Opini WTP 9 Kali Berturut Dari BPK RI

Di mana pengetatan arus balik dilakukan di Pos Penyekatan Uma Anyar, Jalan Cokroaminoto, Desa Ubung Kaja.

Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, perpanjangan sampai akhir bulan dilakukan sesuai instruksi dari pimpinan kepolisian pusat dan TNI.

“Kami lakukan perpanjangan, karena sampai hari ini masih banyak pemudik yang lolos kembali ke Denpasar tanpa membawa surat rapid tes antigen,” katanya saat diwawancarai Selasa, 25 Mei 2021.

Baca juga: Ini Hasil Pemeriksaan Luar Jenazah Pria yang Ditemukan di Indekos Jalan Pulau Sebatik Denpasar

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pengetatan ini pihaknya melakukan Rapid Antigen bagi pengendara dari luar Bali yang tak melengkapi diri dengan surat bebas Covid-19.

Tes antigen ini bekerja sama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

“Bagi yang kedapatan tidak membawa Rapid Antigen, mereka langsung dites sebelum masuk Denpasar,” katanya.

Baca juga: Dinkes Denpasar Telusuri Terkait Warga yang Diduga Meninggal Seusai Vaksinasi Covid-19

Apabila dari tes tersebut ternyata positif maka akan ditindaklanjuti oleh Satgas Kota Denpasar.

“Kalau yang negatif kami perbolehkan masuk ke Denpasar dan wajib karantina 14 hari yang diawasi satgas wilayah setempat,” katanya. 

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pengetatan arus balik, pihaknya telah melakukan rapid antigen kepada 121 pemudik yang kembali ke Denpasar.

Baca juga: Tetangga Sebut Ada Suara Dengkuran Sebelum Abdul Ditemukan Meninggal di Jl Pulau Sebatik Denpasar

“Sebagian besar merupakan pemudik dari Jawa Timur. Kami tidak memutar balik pemudik yang tidak membawa surat keterangan negatif rapid antigen demi kemanusiaan juga, jadi mereka mencari nafkah,” imbuhnya.

Ia juga masih tetap mengimbau, para pemudik yang telah mencuri start saat balik tak membawa anggota keluarga lain.

“Kami imbau, berapa yang mudik mendahului, kembalinya juga segitu, jangan mengajak keluarga lain, karena situasinya seperti sekarang, dan ekonomi di sini juga belum begitu pulih,” imbuhnya.

Baca juga: Sidak Prokes di Denpasar, Tak Ada Pelanggar yang Didenda, 28 Orang Dirapid Test

Pihaknya juga bekerja sama dengan satgas Covid-19 desa/kelurahan untuk pengawasan arus balik.

“Wajib melapor jika masuk ke desa/kelurahan saat balik dan kadus maupun kaling akan melakukan tracing,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved