Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Terkait Work From Bali, Kemenko Marves Akan Kirim 25 Persen ASN dari Tujuh Kementerian

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata setempat menyambut baik terkait adanya program Work From Bali (WFB).

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kadis Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan - Terkait Work From Bali, Kemenko Marves Akan Kirim 25 Persen ASN dari Tujuh Kementerian 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata setempat menyambut baik terkait adanya program Work From Bali (WFB).

Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan akan mengirim 25 persen ASN dari tujuh kementerian di bawahnya untuk Work From Bali (WFB).

Program yang dirancang pemerintah pusat itu diharapkan dapat berdampak pada pariwisata Bali, khususnya Badung.

Hal ini juga menjamin bahwa Bali masih layak dikunjungi di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, dapat mengisi kekosongan tingkat okupansi selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Ciptakan Pemerintahan yang Bersih, Pemkab Badung Kerjasama Dengan Kejari Badung

Sementara ini, wilayah yang dipilih untuk WFB yakni wilayah Nusa Dua, atau di wilayah Badung Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan mengatakan, rencana WFB ini sangat baik untuk meningkatkan okupansi di daerah Nusa Dua.

Selama ini tingkat okupansi mengalami penurunan akibat belum dibuka penerbangan internasional.

“Selama ini untuk wisatawan domestik sudah ada yang datang tapi di hari-hari tertentu saja, saat hari libur panjang. Sehingga kebijakan ini baik juga untuk mengisi kekosongan wisatawan,” ujar Kamis 27 Mei 2021.

Baca juga: Pasar Kumbasari Bakal Ditata dengan Anggaran Rp 19 Miliar, Agar Tak Kalah Saing dengan Pasar Badung

Cok Darmawan menjelaskan, WFB yang berpusat di Nusa Dua untuk persiapan dibukanya international border.

Sehingga nantinya saat menerima wisatawan asing, pengelola dan pekerja telah siap untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada wisatawan.

“Menteri Maritim yakni Pak Luhut mengeluarkan kebijakan lembaga dan kementerian itu agar berkantor di Bali baik juga. Sehingga semua itu untuk melatih diri, baik pengusaha pariwisata, pekerja dan penerapan prokes jelang di bukanya pariwisata di Badung," ungkapnya.

Asisten Administrasi Umum ini menjelaskan, sambil menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait WFB, ada beberapa persiapan yang harus dilaksanakan.

Baca juga: Wilayah Badung Selatan Jadi Atensi Khusus Vaksinasi Rabies

Satu di antaranya memastikan penerapan prokes di Nusa Dua.

Apalagi vaksinasi tahap pertama di wilayah tersebut sudah selesai dilakukan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved