Breaking News:

Berita Denpasar

2 Orang Pembuang Limbah Sablon di Denpasar Didenda Masing-masing Rp 750 Ribu

2 Juni 2021 tiga orang pelanggar Perda, menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri IA Denpasar.

ist
2 Orang Pembuang Limbah Sablon di Denpasar Didenda Masing-masing Rp 750 Ribu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rabu, 2 Juni 2021 tiga orang pelanggar Perda, menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri IA Denpasar.

Dua orang pelanggar membuang limbah sablon dan seorang lagi terkait dengan kebisingan.

Sidang digelar dengan hakim  I Gusti Putra Ngurah Atmaja serta panitera AAAA Puspita.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pembuang dua pembuang sablon yang disidang yakni Ahmad Tono dan Muhamad Imam.

Keduanya membuang limbah sablon di kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Warga Datangi DPRD Jembrana Tolak Keberadaan Pabrik Limbah B3 di Pengambengan, Ini Sikap Fraksi PDIP

Warga Datangi DPRD Jembrana Tolak Keberadaan Pabrik Limbah B3 di Pengambengan, Ini Sikap Fraksi PDIP

Mereka pun dikenai denda masing-masing Rp 750 ribu dengan subsider kurungan selama 7 hari.

“Satu pelanggar lagi terkait kebisingan yakni membunyikan musik keras-keras di Jalan Durian atas nama Cok Raka Surya Aditya,” kata Sayoga.

Yang bersangkutan didenda sebesar Rp 300.000 dengan subsider kurungan selama 3 hari.

Menurut Sayoga, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda.

“Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota  Denpasar gencar melaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved