Breaking News:

Berita Tabanan

Workshop ‘Desa Melek Digital’ di Tabanan, Kolaborasi Kunci Masyarakat Enyahkan Hoaks dan Kabar Palsu

Hoaks atau fenomena disinformasi yang saat ini menggejala di ruang sosial kita adalah musuh bersama dalam penanganan pandemi Covid-19 dunia, termasuk

Istimewa
Suasana workshop bertajuk “Desa Melek Digital” di Desa Pandak Gede, Tabanan, Bali, Kamis (27/5/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kolaborasi dan sinergi semua elemen masyarakat menjadi kunci penting mengantisipasi maraknya informasi palsu atau hoaks, khususnya yang terkait dengan Covid-19.

Hoaks atau fenomena disinformasi yang saat ini menggejala di ruang sosial kita adalah musuh bersama dalam penanganan pandemi Covid-19 dunia, termasuk di Indonesia.

Di sinilah terletak pentingnya kesadaran bersama dan kolaborasi menghentikan praktik penyebaran kabar palsu.

Staf Bidang Komunikasi Sosial Poitik dan Masyarakat (Komsospolmas) Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana mengungkapkan itu pada workshop bertajuk “Desa Melek Digital” di Desa Pandak Gede, Tabanan, Bali, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Tabanan Dapat Tambahan 20 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca, Lanjutkan Layanan Vaksinasi Berbasis Banjar

Mahasiswa berprestasi pada bidang pengabdian publik di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Fikom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa maraknya hoaks dapat membuat orang menjadi tidak percaya ada dan bahayanya COVID-19, jadi tidak patuh protokol kesehatan dan hingga menolak vaksinasi.

Semua komponen masyarakat harus bahu-membahu bersinergi membangun kesadaran bersama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian karena saat ini teknologi telah memungkinkan masyarakat secara keseluruhan untuk mengambil alih proses produksi informasi. Jadi, tanpa keterlibatan semua kalangan, maka upaya meredam hoaks hanya akan seperti menggantang asap,” ungkap putra bungsu Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana tersebut.

Workshop yang diikuti puluhan warga masyarakat di desa tersebut ini dibagi menjadi dua sesi.

Pada sesi siang, peserta adalah khusus bagi pengurus desa dan banjar setempat, bertempat di Kantor Desa Pandak Gede.

 Adapun sesi malam, dihadiri oleh sekitar 20 pegiat usia muda/ remaja, bertempat di Little Spoon Farm.

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved