Breaking News:

Berita Denpasar

Tak Ada Anggaran, Denpasar Tak Lagi Berikan Subsidi Uang Pangkal untuk Siswa SMP Swasta Tahun 2021

Tahun 2020 lalu, Pemkot Denpasar memberikan subsidi uang pangkal untuk siswa yang bersekolah di SMP Swasta.

Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi - PPDB 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2020 lalu, Pemkot Denpasar memberikan subsidi uang pangkal untuk siswa yang bersekolah di SMP Swasta.

Subsidi ini diberikan kepada siswa yang orang tuanya terdampak pandemi Covid-19.

Adapun besaran dari subsidi yang diberikan yakni sebesar Rp 1 juta rupiah persiswa.

Akan tetapi, untuk tahun 2021 ini, subsidi uang pangkal ini dihapus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gede Wiratama saat dikonfirmasi Senin 7 Juni 2021 siang.

Soal Keluhan Biaya SPP SMP Swasta di Denpasar, Kadisdikpora Sebut Hanya Rancang Subsidi Uang Pangkal

6.292 Siswa SMP Swasta Diusulkan Dapat Subsidi Uang Pangkal, Disdikpora Denpasar: Data Bisa Berubah

“Untuk tahun ini tidak ada subsidi lagi, kami tidak ada dana lagi untuk itu,” kata Wiratama.

Ia mengatakan, anggaran untuk pemberian subsidi tersebut terkena refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19.

Adapun jumlah SMP swasta di Kota Denpasar saat ini yakni 62 sekolah.

Sementara itu, tahun lalu pihaknya menganggarkan sebesar Rp 7.5 miliar untuk pemberian subsidi ini.

Adapun syaratnya waktu itu yakni berlaku bagi orang tua siswa yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa gaji, dan bagi siswa penerima dana BOS reguler. 

Siswa yang diberikan khusus untuk siswa yang akan bersekolah di 42 sekolah swasta yang merupakan penerima bantuan dana BOS reguler dari pemerintah. 

Seluruh sekolah tersebut ditentukan dari 62 sekolah swasta yang ada di Kota Denpasar. 

Selain itu, saat itu, siswa yang bisa mendapatkan dana tersebut wajib memiliki kartu keluarga (KK) Denpasar. 

Juga merupakan siswa yang orang tuanya terdampak PHK, dirumahkan Tanpa penghasilan, siswa penerima dana Bos reguler, dan orang tua siswa yang berpenghasilan rendah maksimal Rp 2 juta ke bawah. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved