Berita Bali

TERKINI: Oknum yang Ngaku Sulinggih Itu Diputus 4,5 Tahun Penjara, Wayan: Saya Mau Banding 

TERKINI: Oknum yang Ngaku Sulinggih Itu Diputus 4,5 Tahun Penjara, Wayan: Saya Mau Banding 

Penulis: Putu Candra | Editor: Widyartha Suryawan
Dok. Istimewa
I Wayan Mahardika saat menjalani sidang putusan secara daring (online) dari Lapas Kerobokan, Selasa 8 Juni 2021.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masih ingat kasus pencabulan yang menyeret seorang oknum yang mengaku sulinggih di Bali?

Terkini, I Wayan Mahardika (38) dijatuhi hukuman 4 tahun dan 6 bulan (4,5 tahun) penjara oleh majelis hakim pimpinan I Made Pasek.

Pria yang mengaku sebagai sulinggih itu dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan pencabulan terhadap korban inisial korban KYD.

Amar putusan dibacakan majelis hakim dalam sidang yang digelar secara daring dan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa 8 Juni 2021.

Sebagai catatan, dalam pemberitaan sebelumnya I Wayan Mahardika disebut sebagai oknum sulinggih, tetapi kemudian diklarifikasi oleh PHDI Bali bahwa terdakwa bukan sulinggih, melainkan seorang bawati.

Terhadap putusan majelis hakim, terdakwa tidak terima dan langsung menyatakan banding.

"Saya mau banding," ucap terdakwa I Wayan Mahardika dari balik layar monitor. 

Baca juga: Terkait Tindak Pidana Pencabulan, I Wayan M yang Mengklaim Diri Sulinggih Dituntut 6 Tahun Penjara

Putusan majelis hakim sejatinya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU melayangkan tuntutan pidana penjara selama 6 tahun terhadap terdakwa I Wayan Mahardika. 

Sementara itu dalam amar putusannya, majelis hakim sependapat dengan dakwaan JPU.

Oleh karena itu, terdakwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ancaman kekerasan, atau kekerasan, memaksa untuk perbuatan cabul.

Terdakwa pun dijerat Pasal 289 KUHP. 

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Wayan Mahardika dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama menjalani tahanan sementara," tegas Hakim Ketua I Made Pasek didampingi hakim anggota Putu Gde Novyartha dan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi. 

Pula dalam amar putusannya, majelis hakim mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan.

Baca juga: BREAKING NEWS Wayan M Jalani Sidang Online Kasus Pencabulan - Bukan Oknum Sulinggih Melainkan Bawati

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved