Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Deteksi Gangguan Pendengaran Pada Bayi, RSU Kasih Ibu Saba Sediakan Alat OAE

Kondisi ini pun mendapat respons cepat dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba, dengan menyediakan alat Otoacoustic Emission (OAE) atau alat

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pemeriksaan bayi dengan alat Otoacoustic Emission (OAE) atau alat pendeteksi gangguan pendengaran di Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba, Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gangguan pendengaran selama ini menjadi salah satu persolan yang mengganggu tumbuh kembang anak.

Namun banyak orang tua yang abai, dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap persoalan-persoalan tersebut.

Kondisi ini pun mendapat respons cepat dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba, Gianyar, Bali, dengan menyediakan alat Otoacoustic Emission (OAE) atau alat pendeteksi gangguan pendengaran.

Dokter Spesialis Anak RSU Kasih Ibu Saba, dr. A. A. Made Wijaya Kusuma, M.Biomed., Sp.A menjelaskan, screening gangguan pendengaran merupakan salah satu program deteksi dini kelainan bawaan yang sebaiknya dilakukan oleh setiap rumah sakit.

Baca juga: Akan Menjadi Cikal Bakal Medical Tourism, RS Kasih Ibu Denpasar Buka Post Covid-19 Recovery Program

Karena itu, rumah sakit yang berada di kawasan By Pass Ida Bagus Mantra, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali ini pun menghadirkan alat OAE.

Di RSU Kasih Ibu Saba sendiri, pemeriksaan OAE lebih banyak digunakan untuk bayi yang baru lahir.

"Alat ini untuk mengetahui kondisi gangguan pendengaran anak sedini mungkin.

Idealnya, setiap bayi baru lahir dilakukan pemeriksaan ini sebelum berusia 3 bulan," ujarnya.

Adanya alat OAE, menjadi keunggulan ibu yang melahirkan anaknya di RSU Kasih Ibu Saba.

Sebab, dalam minggu pertama usai melahirkan, bayi sudah diperiksa menggunakan alat ini.

OAE sendiri merupakan alat yang bersifat universal atau bisa diperuntukkan pada semua kondisi.

RSU Kasih Ibu selalu membuka pintu untuk semua orang tua yang ingin mendeteksi kondisi pendengaran anaknya, meski tidak dilahirkan di RSU Kasih Ibu Saba.

"Sejauh ini, kesadaran orangtua pada screening pendengaran masih kurang. Padahal idealnya, semua bayi harus dilakukan pemeriksaan ini. Screening pendengaran penting. Belajar dari beberapa kasus, gangguan pendengaran biasanya muncul pada bayi yang lahir prematur, berat badan rendah, ada riwayat tuli pada orang tuanya, bayi kuning, bayi yang sempat mendapatkan perawatan di NICU, hingga anak-anak dengan keterlambatan bicara," ujarnya.

Dokter Wijaya kembali menegaskan, pemeriksaan OAE sangat disarankan dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan.

Baca juga: Kasih Ibu Hospital Hadirkan Program Physiotherapy Post Covid-19

 Sebab penanganannya akan bisa lebih maksimal.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved