Breaking News:

Berita Bali

Syarat Rumit Sebelum Pergi, Kisah PMI Asal Jembrana Berangkat ke Kapal Pesiar

6.000 lebih Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali, dirumahkan, di awal pandemi Covid-19

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dok. Istimewa
Cerita Putu Juniartawan, PMI Jembrana yang Lalui Syarat Rumit Sebelum Berangkat ke Kapal Pesiar - Syarat Rumit Sebelum Pergi, Kisah PMI Asal Jembrana Berangkat ke Kapal Pesiar 

“Khusus vaksin Covid-19 bagi yang baru menerima sekali dosis tidak dianjurkan datang ke kapal, meskipun sudah menerima surat panggilan, harus tuntaskan dua dosis di rumah,” katanya.

Ia melanjutkan, setelah syarat terpenuhi, selanjutnya langsung diarahkan menuju Cabin (kamar) yang mana menggunakan fasilitas kamar tamu dengan balcony (beranda).

Di dalam kapal menjalani karantina 14 hari, makan dikirim hanya sampai di depan pintu dengan jatah makan tiga kali sehari.

Selama karantina tes suhu tubuh dilakukan dua kali sehari.

Di hari ke 13 petugas Satgas dari Cyprus kembali melakukan tes swab di dalam kapal.

Sepanjang karantina kapal masih berada di perairan Cyprus, hanya sesekali berlabuh ketika perlu suplay kebutuhan.

Baca juga: Pelayaran Kembali Dibuka, PMI Asal Bangli Satwika Bersyukur dan Bahagia

“Setelah melewati masa karantina di dalam kapal, dan dinyatakan bebas Covid, baru diperintahkan keluar oleh bagian divisi restoran. Saya bekerja di bagian divisi pelayanan restoran,” ungkapnya.

Juniartawan menjelaskan, dirinya saat ini berada di kapal pesiar Anthem of the Seas milik Royal Caribbean International.

Tidak semua PMI yang berangkat saat ini di perusahaannya.

Masih banyak yang belum berangkat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved