Breaking News:

Berita Bali

Persiapan Pariwisata Bali Dibuka untuk Wisman, 20 Bilik Tes PCR Disiapkan di Bandara Ngurah Rai

pihak Angkasa Pura I (Persero) mengaku telah siap melayani penumpang mancanegara jika penerbangan internasional di Bali dibuka kembali

istimewa
bilik untuk pengambilan sampel tes PCR bagi wisman yang ada di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Jika sesuai jadwal tidak ada perubahan, pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara akan kembali dibuka pada kuartal ketiga tahun ini atau pada bulan Juli 2021.

Alur kedatangan wisman di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah disiapkan oleh Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara.

Dan pihak Angkasa Pura I (Persero) mengaku telah siap melayani penumpang mancanegara jika penerbangan internasional di Bali dibuka kembali.

"Kami Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan instansi yang ada di dalamnya secara umum siap, begitu pemerintah telah menetapkan kapan tanggal untuk menerima kedatangan wisman," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Selasa 15 Juni 2021.

Baca juga: Bali Akan Mencapai Herd Immunity, Dewan Minta Pariwisata Internasional Bisa Dibuka Juli 2021

Lebih lanjut Taufan mengatakan, kesiapan fasilitas tentunya sesuai dengan persyaratan penumpang penerbangan sesuai dengan kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19.

Diantaranya seperti calon penumpang memiliki dokumen kesehatan hasil negatif PCR dari negara asal keberangkatan, mengisi e-HAC sebelum tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

Setibanya di terminal kedatangan dicek suhu tubuhnya dengan batas maksimal suhu 37,5 derajat.

Jika lolos dalam pengecekan suhu tubuh diarahkan untuk melakukan tes PCR secara mandiri di bilik yang telah disediakan, selesai pengambilan sampel baru ke counter Imigrasi dan Bea Cukai.

Selanjutnya menuju pintu keluar terminal kedatangan internasional dan taksi atau mobil akan menjemput untuk mengantar ke hotel tujuan penumpang, kemudian melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil tes PCR keluar.

Kemudian jika hasil PCR keluar dengan hasil negatif, wisman tersebut baru boleh melakukan perjalanan wisata.

Sementara ini, pihak Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah menyiapkan sebanyak 20 bilik untuk tes PCR.

"Kami menyiapkan tempat pemeriksaan tes PCR di terminal kedatangan internasional sebanyak 20 bilik.

Evaluasi nanti kedepannya kami belum tahu apakah nanti perlu ditambah atau bahkan dikurangi seandainya nanti penerbangan internasional dibuka kembali entah itu konsepnya travel bubble atau umum," jelas Taufan Yudhistira.

Pihaknya menyarankan hasil tes PCR itu dikirim langsung ke gadget masing-masing wisman berupa softcopy, dan jika hasilnya positif akan langsung dijemput oleh petugas kesehatan menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta karantina di Rumah Sakit yang telah ditunjuk.

Baca juga: Bali and Beyond Travel Fair 2021 ditutup, Menparekraf Sebut Bali Siap Buka Pariwisata Internasional

Alur kedatangan wisman itu sudah dilakukan simulasi sebanyak satu kali bersama stakeholder terkait  dengan melibatkan crowed (penimbun situasi), sementara untuk simulasi alur kedatangan dengan penumpang satu atau dua orang telah beberapa kali dilakukan.

"Rencana simulasi baru belum ada lagi sampai saat ini, tapi kita sudah sering melakukan simulasi baik itu simulasi besar dengan crowed satu kali dan simulasi skala kecil melalui alur yang disiapkan sudah sering kita lakukan," demikian kata Taufan Yudhistira.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved