Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Apa Kata Paling Banyak Disebut Terkait Kematian? Ini Menurut Hasil Penelitian

Secara umum, di kalangan media, iklan tentang kematian itu disebut sebagai advertorial duka cita atau obituari.

Penulis: Sunarko | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gambar oleh Joggie dari Pixabay
Foto ilustrasi tempat pemakaman. Penelitian tentang isi tulisan obituari menemukan hal-hal menarik untuk jadi pelajaran. 

Ia sebut salah-satu contohnya ialah Jocelyn Cooper.

Jocelyn adalah seorang event organizer (EO) atau penyelenggara kegiatan untuk masyarakat terpinggirkan di Brooklyn, New York, pada 1960-an.

Kendati Jocelyn berada di balik layar dan tidak tenar, namun dalam obituari terungkap bahwa dialah EO yang banyak berjasa bagi kemunculan Shirley Chisholm.

Jocelyn memberi panggung pertama bagi tampilnya Chisholm pada 1968, yang membuat nama Chisholm kemudian melejit dari “bukan siapa-siapa” hingga akhirnya terpilih sebagai wanita Afrika-Amerika pertama yang duduk di Kongres (parlemen) AS.

Pelajaran paling mendasar yang dipetik di sini adalah tentang kerendahan hati (humility), yang di penghujung hayat seseorang ternyata justru menjadi sesuatu yang sangat bernilai untuk dikenang.(*).

Tulisan ini disarikan dari artikel di www.ideas.ted.com yang berjudul “What 2,000 Deaths Can Teach Us About Living a Good Life” edisi 9 Juni 2017, dan buku The Healing Soul karya Ahmad Faiz Zainuddin, terbitan Afzan Publishing 2019.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved