Breaking News:

Berita Bali

BNNP Bali Tangkap Buronan Narkoba di Sumatera Utara

Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali berhasil menangkap seorang buronan kasus narkoba, Freddy (34) di Simalungun, Sumatera Utara. 

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra saat menyampaikan keterangan dalam press release di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali, Jumat 18 Juni 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali berhasil menangkap seorang buronan kasus narkoba, Freddy (34) di Simalungun, Sumatera Utara

Freddy, pria asal Pekanbaru itu menjadi daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba di Bali, karena merupakan pemasok narkoba pada kasus Desember 2020 lalu. 

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, sebelumnya pihaknya telah berhasil melakukan penangkapan seorang tersangka atas nama Rian beserta barang bukti 1.471, 25 gram brutto atau 1.457,31 gram netto, pada Sabtu, 26 Desember 2020 sekira pukul 19.00 Wita. 

Baca juga: BNNP Bali Bongkar Pengendalian Narkoba dalam Lapas Kerobokan, Terafiliasi Kasus 44 Kg Ganja

"Hasil Berita Acara Pemeriksaan tersangka RIAN mengatakan bahwa barang bukti tersebut milik Freddy, kemudian diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh BNNP Bali," katanya dalam press release di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali, Jumat 18 Juni 2021.

BNNP Bali melakukan kerja sama dengan Direktorat Dakjar BNN RI melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap DPO di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

"Pada Kamis 10 Juni pukul 15.10 WIB, DPO atas nama Freddy berhasil diamankan di Jalan Asahan, Siantar, Simalungun, Sumatera Utara," paparnya.

Baca juga: Sopir Truk Ekspedisi Itu Merinding, Barang yang Diangkutnya ke Bali Ternyata Puluhan Kilogram Ganja 

Selanjutnya, tersangka diserahkan Tim Dakjar BNN RI ke BNNP Bali guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 111 Ayat (2) dan Pasal 132 Ayat (1)  UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati," tegas dia. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved