Breaking News:

Berita Buleleng

Buleleng Usulkan Empat Seni dan Tradisi Dalam Penetapan Warisan Budaya Tak Benda

Buleleng mengusulkan empat seni dan tradisi untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud, pada tahun 2021 ini.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tirbun Bali/Lugas Wicaksono
Sejumlah pria memainkan atraksi megangsing di satu sudut Pantai Binaria Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Selasa (13/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Buleleng mengusulkan empat seni dan tradisi untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud, pada tahun 2021 ini.

Empat seni dan tradisi yang diusulkan itu yakni motif ukiran khas Buleleng, tradisi Mecakcakan asal Desa Sambrenteng, Kecamatan Tejakula, tradisi Saba Malunin asal Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, dan tradisi megangsing yang ada di beberapa desa di Buleleng. 

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Angga Prasaja dikonfirmasi Jumat 18 Juni 2021 mengatakan, empat seni dan tradisi ini sudah diusulkan ke Kemendikbud sejak tahun lalu.

Baca juga: Dinas PUTR Buleleng Bangun Tiga Jembatan Dengan Anggaran Rp 14 Miliar, Ditargetkan Rampung November

Pasca melakukan usulan, Kemendikbud kemudian melakukan beberapa revisi.

Di mana, pihaknya diminta untuk menambah kajian dan sejarah terkait tradisi Mecakcakan, tradisi Saba Malunin, dan tradisi megangsing. 

Sementara usulan motif ukiran khas Buleleng kata Angga telah ditangguhkan.

Ini lantaran tim ahli dari Kemendikbud menilai dari kajian yang dibuat, belum ada ciri yang membedakan antara ukiran Buleleng dengan ukiran yang ada di daerah lain. 

Baca juga: PPDB di Buleleng Dibuka 21 Juni 2021, Dinas Larang Gunakan Ijazah PAUD untuk Mendaftar SD

"Kami tidak tau bagaimana cara tim ahli itu menilai, namun yang jelas untuk usulan motif ukiran khas Buleleng sudah ditangguhkan."

"Sekarang kami fokus untuk melengkapi revisi usulan tradisi Mecakcakan, tradisi Saba Malunin, dan tradisi Megangsing. Jika sudah ditetapkan sebagai WBTB, baru lah kami fokus untuk memperdalam motif ukiran khas Buleleng itu," katanya. 

Disinggung terkait jadwal sidang penetapan WBTB, Angga menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima jadwal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved