Breaking News:

Berita Denpasar

Ditangkap Saat Menempel Sabu di Pemogan Denpasar, Mariana Menerima Diganjar Bui Selama 13 Tahun

Residivis narkotik, I Komang Mariana (31) harus kembali merasakan pengapnya sel penjara. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Shutterstock
Ilustrasi sabu - Ditangkap Saat Menempel Sabu di Pemogan Denpasar, Mariana Menerima Diganjar Bui Selama 13 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Residivis narkotik, I Komang Mariana (31) harus kembali merasakan pengapnya sel penjara.

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan pidana bui selama 13 tahun terhadap Mariana, karena dinyatakan terbukti bersalah kembali terlibat peredaran narkotik jenis sabu.

Diketahui terdakwa Mariana ditangkap oleh petugas kepolisian saat menempel paket sabu di seputaran Pemogan, Denpasar. 

"Putusan sudah dibacakan. Hakim menjatuhkan putusan 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider pidana penjara selama 3 bulan," terang Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum terdakwa, Senin, 21 Juni 2021.

Baca juga: Muncul Kasus Covid-19 Klaster Pekerja Konstruksi di Denpasar, BOR RSUD Wangaya Naik Drastis

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun dan 6 bulan. 

"Terdakwa menyatakan menerima putusan dari majelis hakim. Jaksa juga menerima," ungkap Pipit. 

Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, Kopi Bali Banyuatis Membutuhkan Wanita, Cek Syarat dan Cara Melamar di Sini

Sementara itu dalam amar putusan majelis hakim pimpinan I Putu Suyoga, terdakwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Oleh karena itu, Mariana dijerat Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotik Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Diungkap dalam surat dakwaan, hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 Pukul 15.00 Wita, terdakwa Mariana dihubungi oleh Anger (DPO) disuruh menempel sabu.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sesetan Denpasar Pasang Stiker Penanda di Rumah Warga yang Sedang Isolasi Mandiri

Mariana diupah mengkonsumsi sabu gratis dan Rp 50 ribu perlokasi. Terdakwa pun menyanggupi perintah Anger itu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved