Breaking News:

Berita Badung

Terkait Penegakan PPKM Mikro di Badung, Satpol PP Akui Masih Tunggu Instruksi Provinsi dan Bupati

Pihaknya mengatakan sampai saat ini dirinya masih menunggu instruksi dari Provinsi Bali dan Bupati Badung mengenai kebijakan tersebut.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Dok Badung
Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Badung sampai saat ini masih menunggu bagaimana Langkah yang harus dilakukan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro saat ini.

Bahkan pihaknya masih menunggu instruksi dari provinsi Bali dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengatakan sampai saat ini dirinya masih menunggu instruksi dari Provinsi Bali dan Bupati Badung mengenai kebijakan tersebut.

Baca juga: Satpol Airud Polresta Denpasar Gelar Patroli di Pantai Kuta Sambil Beri Imbauan Prokes

“Kami masih menunggu petunjuk dan kebijakan lebih lanjut yang berlaku di Bali dan Badung khususnya,” ujar Suryanegara, Selasa 22 Juni 2021.

Kendati demikian,  saat ini pihaknya masih menerapkan Surat Edaran (SE) Bupati Badung Nomor : 944/783/Setda tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan dan Desa Adat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Kabupaten Badung. 

“Kami masih berpedoman pada SE terakhir tentang PPKM, kalau sudah diterbitkan SE Gubernur yang dilanjutkan dengan SE Bupati, baru kami menyesuaikan dengan di kabupaten supaya seragam,” jelasnya.

Selama ini dari informasi yang didapat, di Bali untuk kabupaten/kota semua masuk zone orange.

Dijelaskan, pada SE Bupati Badung yang menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 05 Tahun 2021 membatasi jam operasional untuk seluruh kegiatan usaha mulai pukul 08.00 Wita hingga 22.00 Wita dari sebelumnya sampai 21.00 Wita.

Penjualan makanan di restoran, rumah makan, warung, pedagang makanan dan sejenisnya untuk layanan pesan-antar, dibawa pulang, dapat tetap buka sesuai jam operasional normal dengan memperketat protokol kesehatan serta mencegah terjadinya kerumunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved